TribunKaltim/

Risih Lihat Senjata Api, Hakim Minta Aparat Berjaga di Luar Ruangan Sidang

Kedua terdakwa yang kini mengajukan banding, disidang di bawah pengawasan aparat kepolisian yang menenteng senjata laras panjang.

Risih Lihat Senjata Api, Hakim Minta Aparat Berjaga di Luar Ruangan Sidang
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Dua orang anggota polisi dengan senjata api laras panjang sempat berjaga selama persidangan berlangsung, namun Majelis Hakim meminta dengan sopan, agar keduanya meninggalkan ruangan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Senin (23/1/2017) PN Tanjung Redeb menggelar sidang putusan kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan dua terdakwa, yakni  Ashar dan Hendri yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) 4 April 2016 lalu.

Keduanya dinggap sebagai kurir kelas kakap.

Pasalnya, saat ditangkap BNN, keduanya sedang membawa sabu-sabu seberat 2,8 kilogram. Untuk itu, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara kepada Ashar dan 17 tahun penjara kepada Hendri.

Karena dianggap sebagai kurir sabu kelas kakap, persidangan ini pun sedikit ‘istimewa’ jika dibanding persidangan kasus-kasus lain.

Baca: BREAKING NEWS -- Tolak Dihukum, Kurir Sabu Ini Minta Disumpah Pocong

Kedua terdakwa yang kini mengajukan banding, disidang di bawah pengawasan aparat kepolisian yang menenteng senjata laras panjang.

Melihat senjata api di ruang sidang, majelis hakim yang dipimpin oleh Andi Permana itu tampaknya risih, sehingga meminta kepada personel kepolisian yang membawa senjata api agar keluar dari ruang sidang.

“Tolong berjaga di luar saja,” kata salah satu anggota majelis hakim. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help