TribunKaltim/

Angka Pasutri Ingin Bercerai Meningkat di Jalur Janda

Di Km 5, terutama sepanjang jalur dua Jalan Kusuma Bangsa, trotoar dan marka jalan dicat warna ungu.

Angka Pasutri Ingin Bercerai Meningkat di Jalur Janda
TRIBUN KALTIM/SARASSANI
Gedung Kantor PA Tanah Grogot di Km 5 Jalan Kusuma Bangsa, Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Rabu (25/1/2017) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Baru sekitar sebulan Pengadilan Agama (PA) Tanah Grogot pindah kantor.

Jika semula di Jalan Khaliluddin Kelurahan Tanah Grogot, sekarang di Km 5 Jalan Kusuma Bangsa, Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim.

Di Km 5, terutama sepanjang jalur dua Jalan Kusuma Bangsa, trotoar dan marka jalan dicat warna ungu. Warna itu sudah melekat hampir enam tahun yang lalu, dan orang banyak menyebutnya dengan jalur janda.

Selama sebulan berkantor di Km 5, Ketua Pengadilan Agama (PA) Tanah Grogot H Ahmad Fanani mengatakan telah menerima 125 kasus pengajuan perceraian, padahal ini angka per 1 Januari hingga sekarang.

"Dari tanggal 1 sampai sekarang saja jumlahnya sudah sekian. Jadi masih ada kemungkinan bertambah, sebenarnya kita berharap tidak bertambah. Karena di sini kita mengupayakan mereka bisa rujuk," kata Ahmad Fanani, Rabu (25/1/2017).

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi penyebab pengajuan perceraian. Seperti ekonomi, cemburu karena PIL (Pria Idaman Lain) atau WIL (Wanita Idaman Lain).

Dan setiap tahun jumlahnya meningkat, tahun 2016 untuk pengajuan perceraian sebanyak 865 kasus.

"Sebanyak 865 itu terdiri dari pengajuan cerai talak (pria mengajukan cerai) 229, selebihnya cerai gugat, pihak perempuan yang mengajukan cerai," ucapnya.

Namun jumlah itu menurun dibandingkan hasil putusan sidang PA Tanah Grogot.

"Dari jumlah pengajuan, yang diputus sebanyak 759, jadi berkurang sebagian mereka mau rujuk," tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help