TribunKaltim/

Stop Bantuan, Disperindagkop Hanya Fokus Bina UMKM Demi Sokong Sektor Pariwisata

Meski begitu, instansi tersebut tetap fokus melaksanakan kegiatan pembinaan dan penguatan UMKM baik dari sisi manajemen maupun akuntansi.

Stop Bantuan, Disperindagkop Hanya Fokus Bina UMKM Demi Sokong Sektor Pariwisata
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Hartono, Sekretaris Disperindagkop Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tahun ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) tak lagi mengucurkan program bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penyebabnya ialah rasionalisasi anggaran.

Meski begitu, instansi tersebut tetap fokus melaksanakan kegiatan pembinaan dan penguatan UMKM baik dari sisi manajemen maupun akuntansi.

Pembinaan dilakukan agar keberlangsungan usaha pelaku UMKM tetap terjamin.

"Kemarin tahun 2016 kami anggarkan Rp 1 miliar. Kegiatannya bermacam-macam. Ada pemberian gerobak, mesin jahit dan alat cukur, dan peralatan bengkel," kata Hartono, Sekretariat Dinas Perindagkop Kalimantan Utara saat disua Tribun Kaltim, Rabu (25/1/2017) siang tadi.

Jumlah UMKM di Kalimantan Utara per Desember 2016 mencapai 15 ribuan. Ditambah dengan wirausahawan pemula yang jumlahnya kurang lebih 100.

Meski tak ada kucuran bantuan peralatan maupun dana pemerintah daerah secara langsung, Hartono mengharapkan pelaku usaha UMKM diharapkan mencari sumber pembiayaan lewat lembaga perbankan seperti fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"KUR itu program pemerintah juga yang penyalurannya lewat bank. Pelaku usaha bisa lewat fasilitas KUR saja untuk modal usaha maupun pengembangan usahanya agar bisa naik kelas," ujarnya.

Penguatan dan pembinaan UMKM dilaksanakan tidak saja untuk kepentingan pelaku UMKM saja, tetapi dalam rangka mendukung pertumbuhan sektor lainnya seperti pariwisata.

Pertumbuhan sektor pariwisata sebut Hartono, tidak saja didukung oleh keindahan dan nilai destinasi, namun juga dukungan dari usaha UMKM.

"Wisatawan butuh pernak-pernik, maupun oleh-oleh. Itu masuk wisata belanja. Barang-barangnya tentu disiapkan oleh pelaku UMKM. Begitu juga dengan kuliner, yang menyiapkan makanan dan minuman khasnya ialah pelaku usaha. Jadi penguatan UMKM tentu berdampak ke sektor lain," sebutnya.

"Kami berharap tahun ini ada bantuan dari APBN. Kami sudah usulkan, setiap kabupaten/kota 50 UMKM. Setiap UMKM dimungkinkan mendapat bantuan Rp 10 juta sampai Rp 13 juta," sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help