TribunKaltim/

Polemik Pergantian Ketua DPRD Kota Samarinda, Ini Kata Pengamat Politik

"Ini namanya kecelakaan politik. Bisa terjadi pada siapa saja," katanya.

Polemik Pergantian Ketua DPRD Kota Samarinda, Ini Kata Pengamat Politik
DOK/Tribun Kaltim.co
Alphad Syarif dan Jaffar Abdul Gaffar 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polemik rencana pergantian Ketua DPRD Kota Samarinda, merupakan imbas dinamika yang terjadi di internal Partai Golkar, sebagai pemenang Pileg 2014 lalu di Samarinda.

Hal ini diungkapkan Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul), Lutfi Wahyudi, Minggu (29/1/2017).

Lutfi menuturkan, rencana pergantian pucuk pimpinan di DPRD Samarinda merupakan buntut proses pemilihan Ketua DPD Golkar Kaltim, yang dimenangkan Rita Widyasari beberapa waktu lalu.

"Ini murni dinamika di internal Golkar. Sementara kita tahu bersama, Alphad Syarif (Ketua DPRD), saat ini merupakan loyalis Said Amin yang menjadi lawan Rita, di Musda lalu," ungkap Lutfi.

Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul), Lutfi Wahyudi. (tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto)
Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul), Lutfi Wahyudi. (tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto)

Persaingan di level provinsi kala itu, kata Lutfi, kini berlanjut di level Kabupaten/Kota. "Ini namanya kecelakaan politik. Bisa terjadi pada siapa saja," katanya.

Upaya Alphad menggandeng pengacara kondang, Yusril Izha Mahendra, dinilai Lutfi sebagai langkah wajar, dalam memertahankan posisinya. Pasalnya, secara legalitas formal, posisi Alphad sudah tersudut.

"Bisa dilihat, Bu Rita melantik Jaffar Abdul Gaffar. Ini menandakan dukungan politi Rita, ke Gaffar. Kemudian juga surat pergantian dari DPP sudah turun.

 Melihat Alphad menggandeng Yusril, ini tentu bukan upaya yang main-main juga. Karena kita juga tahu kapasitas Yusril sebagai lawyer," urainya.

Baca: Hendak Dilengserkan dari Ketua DPRD, Alphad Gandeng Yusril sebagai Pengacara

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif menggandeng 9 pengacara yang diketuai Yusris Izha Mahendra, sebagai kuasa hukum.

Langkah tersebut diambil Alphad untuk menggugat DPD Golkar Samarinda, DPD Golkar Kaltim dan DPP Golkar, yang telah menerbitkan surat pergantian Ketua DPRD Samarinda, dari Alphad ke Jaffar Abdul Gaffar.

Menurut Alphad, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar, sebagai kader dirinya berhak membela diri.

 Baca: Partai Beringin Rotasi Anggotanya di DPRD Kota Tepian

"Saya harus memertanggungjawabkan posisi (Ketua DPRD) ini kepada orang-orang yang mendudukkan saya di sini. Ya keluarga, konstituen, dan banyak lagi. Sebagai kader, saya loyal. Tapi saya juga berhak membela diri," katanya.

 Alphad juga mengaku tak mengetahui alasan pelengseran dirinya dari pucuk pimpinan DPRD Samarinda.

"Sesuai UU MD3 (MPR, DPD, DPR, dan DPRD), alasan penggantian ketua DPRD itu karena mengundurkan diri, meninggal dunia, berhalangan tetap, dan atau melanggar kode etik. Nah, saya merasa tidak melakukan kesalahan," tuturnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help