Helmy dan Ragil Sudah Siapkan Mobil Mini Selama 2 Pekan

Butuh keahlian untuk membangun sebuah mobil dengan kriteria sesuai lomba. Belum lagi biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Helmy dan Ragil Sudah Siapkan Mobil Mini Selama 2 Pekan
DOK PRIBADI
Kakak beradik, Helmy Rachman (Kanan) dan Ragil Rachman menerima tropi dan hadiah dari panitia lomba 

TRIBUNKALTIM.CO - Hobi membawa prestasi. Inilah aksi membanggakan dari kakak beradik, Helmy Rachman dan Ragil Rachman.

Selain menyukai olahraga sepakbola dan futsal. Hobi satu ini membawa keduanya pada prestasi. Yakni hobi atau pecinta mobil mini Tamiya. 

Hobi ini tidak bisa diremehkan. Karena membutuhkan perhatian ekstra besar demi mendapatkan mobil seimbang, cepat dan tahan banting. Butuh keahlian untuk membangun sebuah mobil dengan kriteria sesuai lomba. Belum lagi biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Helmy dan Ragil tidak sendiri, ia dibantu dengan seorang teknisi Bayu Dwi. Mereka bertiga berjibaku jauh-jauh hari menyiapkan mobil terbaik untuk ikut bersaing pada kompetisi Open Race Seratus (TOS) di lantai III Balikpapan Mall pada akhir pekan lalu diselenggarakan AAJR Toys Balikpapan. 

Salah satu andalan mobil mini Tamiya tim Cooper Balikpapan digawangi Helmy Rachman dan Ragil Rachman
Salah satu andalan mobil mini Tamiya tim Cooper Balikpapan digawangi Helmy Rachman dan Ragil Rachman

Hasil kerja keras mereka terbayar dengan meraih juara I dan III kategori Standard Tamiya Original (STO) tergabung dalam klub Cooper Balikpapan.

Ragil mengatakan ia bersama kakaknya menyiapkan diri mengikuti lomba dua pekan. Mengutak atik mobil hingga malam hari demi mendapatkan mobil terbaik. Karena kompetisi ini menggunakan regulasi Indonesian Cup yang cukup berat.

Ditambah lagi pesaing datang dari berbagai kota seperti Samarinda, Yogyakarta, Pontianak, Medan, Tenggarong, Semarang dan sebagainya.

"Untuk mobil (Tamiya) kami siapkan 5 unit, dengan biaya masing-masing mobil antara Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta," kata Ragil. Menurutnya berapapun uang yang digelontorkan terbayarkan bila kepuasan didapatkan.

"Kepuasannya tim Balikpapan masih bisa bersaing dengan pemain nasional dari berbagai daerah, terutama dari Pontianak," katanya. Menurutnya tim Slalink dari Pontianak jadi pesaing terberat saat lomba berlangsung. 

Satu hal menjadi perhatian timnya ketika menyiapkan mobil agar tidak terguling atau klontang (istilah bagi pecinta Tamiya untuk mobil terbalik).

Sebab bila mobil dengan kecepatan tinggi namun tidak sampai garis finish sama dengan kekecewaan atau kekalahan. Kesulitan inilah membuat pecinta mobil mini Tamiya memutar otak. Mereka rela berkorban waktu, tenaga hingga uang demi memuaskan batinnya.

"Untuk persiapan kompetisi ini saja kita sudah jauh-jauh, dua minggu sudah kita pikirkan," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Bayasut
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help