TribunKaltim/

Pilgub Kaltim

Ajang Pilgub Kaltim jadi Kesempatan Terakhir Sofyan Hasdam

Menariknya, meski Hasdam sudah menebar banyak baliho bertuliskan calon Gubernur Kaltim, suami Walikota Bontang Neni Moerniaeni ini tetap realistis.

Ajang Pilgub Kaltim jadi Kesempatan Terakhir Sofyan Hasdam
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
SOfyan Hasdam 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Udin Dohang dan Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pesta demokrasi Pilgub Kaltim 2018 akan jadi momen penting bagi mantan Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam.

Pilgub kali ini menjadi kesempatan terakhir bagi Hasdam mengabdikan ilmu dan pengetahuannya bagi kemajuan Kaltim.

"Ini sunnatullah, umur saya sudah tua. Jadi ini kesempatan terakhir bagi saya mengabdikan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki untuk Kaltim. Jika Tuhan YME menghendaki saya akan maju pada Pilgub Kaltim," ujar Sofyan Hasdam saat dihubungi Tribun, Selasa (31/1/2017).

Menariknya, meski Hasdam sudah menebar banyak baliho bertuliskan calon Gubernur Kaltim, suami Walikota Bontang Neni Moerniaeni ini tetap realistis dalam berpolitik.

Baca: Penetapan Rita Widyasari Sebagai Cagub Kaltim Golkar Digelar Berau

Baca: Sayembara. . . Sayembara, Siapa Mau Jadi Pria Pendamping Bupati Cantik Ini?

Ia mengaku lebih cocok mengisi kursi cawagub. Menurunya, baliho yang  terpasang di hampir seluruh kabupaten/kota hanya bertujuan mengangkat popularitas dan elektabilitas dirinya.

Hal ini mutlak dilakukan mengingat mekanisme pencalonan di tubuh Partai Golkar tetap mengacu hasil survei.

"Jadi perlu dipahami, saya pasang baliho itu hanya tujuannya tentu untuk mengangkat elektabilitas. Kalau nanti hasilnya rendah dan partai tidak mendukung, secara otomatis saya tidak akan maju," tuturnya.

Ditanya soal motivasinya ikut pilgub, Hasdam mengaku murni terpanggil demi mengabdikan ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan Kaltim yang telah membesarkan dirinya.

Menurutnya, Kaltim yang selama ini dikenal sebagai provinsi yang kaya dengan cadangan minyak dan gas, tidak bisa lagi menggantungkan pertumbuhan ekonomi dari industri migas. Karena potensi sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui tersebut pada bakal habis.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Alidona
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help