TribunKaltim/

Prajurit TNI di Bumi Perbatasan "Dihadiahi" Senjata Api oleh Warga

"Kami tidak hanya menjaga wilayah perbatasan saja, namun juga turut dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini".

Prajurit TNI di Bumi Perbatasan
HO
Pemilik senjata api rakitan menyerahkan senjata tersebut ke anggota Pamtas Yonif 611/Awang Long, Kamis (2/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO - Prajurit TNI yang bertugas di wilayah perbatasan negeri tidak hanya melulu menjaga kedaulatan negara, namun juga turut bersosialisasi kepada warga sekitar.

Upaya pendekatan dengan warga kian membuahkan hasil, Satuan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia, di Nunukan, Kalimantan Utara, yang berasal dari Yonif 611/Awang Long mendapatkan senjata api rakitan, yang diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya langsung.

"Senjata ini diserahkan langsung warga ke anggota kami, ini merupakan hasil dari pendekatan persuasif kepada warga, sehingga dengan kesadaran sendiri, warga menyerahkan senjata ini tanpa diminta," ungkap Komandan Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long, Mayor Inf Sigid Hengki Purwanto, melalui rilis dari Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Kamis (2/2/2017).

(Baca juga: Dishub Belum Pastikan Waktu Pelaksanaan Lelang SOA Krayan )

Sebelum senjata api tersebut diserahkan, anggota Pamtas Yonif 611/Awang Long mendapati laporan tentang adanya warga yang memiliki senjata api, namun takut untuk menyerahkannya kepada aparat, karena khawatir akan di proses hukum.

Setelah mendapati penjelasan tentang tidak akan diproses hukum, jika pemiliknya menyerahkan secara sukarela ke aparat, akhirnya pemilik senjata api tersebut menyerahkan kepada prajurit TNI.

"Kami tidak hanya menjaga wilayah perbatasan saja, namun juga turut dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Termasuk melakukan kunjungan ke warga, melakukan pendekatan persuasif, termasuk turut dalam kegiatan sosial warga," ungkapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help