TribunKaltim/

Dari Sepeda Pancal ke Ponsel, Pria Lulusan SD Ini Sukses Menjadi Pengusaha Muda

Bengkel mulai sepi, Hairul pun berpikir mencari usaha baru. Melihat ponsel mulai digemari, meski di tahun 2005 masih terbatas di kalangan menengah.

Dari Sepeda Pancal ke Ponsel, Pria Lulusan SD Ini Sukses Menjadi Pengusaha Muda
TRIBUN KALTIM/SARASSANI
Pemilik gerai BMC Tanah Grogot Hairul bersama istrinya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pada 2004 lalu, Hairullah atau Hairul masih bergelut dengan mur dan rantai sepeda pancal.

Ayahnya, H Guntur membuka bengkel kecil untuk perbaikan sepeda.

Sekarang Hairul bukan lagi mekanik sepeda pancal. Pria kelahiran 12 Mei 1994 ini menjelma menjadi pengusaha sukses di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim.

"Dulu saya mekanik. Seiring perkembangan zaman, orang banyak beralih menggunakan sepeda motor, sepeda pancal mulai ditinggalkan." kata Hairul, Selasa (7/2/2017).

Bengkel mulai sepi, Hairul pun berpikir mencari usaha baru. Melihat ponsel mulai digemari, meski di tahun 2005 masih terbatas di kalangan menengah ke atas. 

Hairul tertarik menggeluti bisnis ini, namun tidak langsung memasarkan ponsel. Pria lulusan Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Tanah Grogot ini memilih jadi mekanik ponsel dulu, yang membuatnya hijrah ke Balikpapan. 

"Tidak pas rasanya, jual ponsel tapi penjualnya tidak tahu kualitas barang yang dijual. Makanya saya kursus ke Balikpapan. 6 bulan, kursusnya,  6 bulan magang. Merasa ilmu belum cukup, saya ikut kerja di konter di Balikpapan. 2010 saya balik ke Tanah Grogot," ucapnya

Dengan bermodal blower, solder dan peralatan servis, Hairul yang cuma lulusan SD (MIN-red) memulai bisnisnya dengan memperbaiki ponsel, kemudian menjual ponsel bekas, dari keuntungan itu jadi modal bagi Hairul menjual ponsel baru. 

"Modal awal cuma sekitar Rp 3 juta. Dari kerja di kamar, terus buka konter kecil di depan rumah. Iya, konter itu dulunya bengkel sepeda, dikembangkan lagi dengan buka BMC 1 di Kandilo Plaza, BMC 2. Untuk BMC 3 milik sendiri, dibeli dengan harga Rp 1,1 miliar," terangnya.

Untuk diketahui, Hairul sekarang mempekerjakan 35  karyawan, 13 diantaranya karyawan sendiri, selebihnya karyawan titipan Master Dialer (MD) produk-produk ponsel yang dijual di gerainya. Rata-rata karyawan bergaji Rp 2 juta/bulan. 

Meski Hairul cuma lulusan SD, tapi ia tetap berusaha mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Dengan diberengi ketekunan dan kerja kerasnya, Hairul mampu mengangkat kesejahteraan keluarganya. 

"Bapak saya pensiunkan. Beliau sekarang menikmati hari tuanya," tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help