TribunKaltim/

Warga Ramai-Ramai Temui Kapolres Serahkan, Rupanya Hendak Serahkan Ini. . .

Kami sampaikan bahwa menggunakan senjata api apapun tanpa izin adalah merupakan perbuatan melawan hukum atau tindak pidana

Warga Ramai-Ramai Temui Kapolres Serahkan, Rupanya Hendak Serahkan Ini. . .
tribunkaltim.co/niko ruru
Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce menerima senjata api rakitan jenis penabur dari masyarakat di Kecamatan Sebuku, Rabu (8/2/2017). 

 Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Kunjungan kerja Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce di Kecamatan Sebuku dimanfaatkan warga di pedalaman Kabupaten Nunukan untuk bertatap muka langsung, Rabu (8/2/2017).

Merekapun beramai-ramai pada kesempatan itu dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata api rakitan jenis penabur.

Kapolres mengatakan, pada tatap muka yang berlangsung di aula Polsek Sebuku, dia menerima penyerahan sebutir amunisi penabur dan enam pucuk senjata api rakitan jenis penabur.

Barang-barang berbahaya itu diterimanya dari Janimatias, seorang guru sekaligus ketua adat Dayak Lundayeh, Iskandar, Syaid Syeh, Haji Pangeran Ismail PB yang merupakan ketua adat Dayak Agabag, Kepala Desa Kekayap Julius Jutak dan Kepala Desa Kunyit Darmono.

“Kami akan terus menerus mengimbau masyarakat melalui aparat desa, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga langsung sampai ke lapisan masyarakat. Agar mereka menyerahkan senjata api miliknya,” ujarnya,  sekitar pukul 15.00.

Baca: Kejari Musnahkan 4 Senpi Ilegal, 9 Sajam, dan 1,602 Gram Sabu

Kepala Sub Bagian Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi mengatakan, sehari sebelumnya Kapolres Nunukan juga menerima senjata api jenis penabur, saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Lumbis.

Bertempat di aula Polsek Lumbis, Kapolres menerima senjata api jenis penabur dari Kepala Desa  Saludan, Kalumpuk.

Dia menyebutkan, penyerahan senjata api yang dimiliki, disimpan dan dikuasai warga selama ini merupakan bentuk kesadaran hukum mereka.

“Ini juga karena upaya dari Polsek yang tidak henti-hentinya menyentuh lapisan masyarakat hingga masyarakat yang hidup di perkampungan khususnya pedalaman wilayah Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Lumbis Ogong mau menyerahkan senjata api miliknya,” ujarnya.

Masyarakat setempat selama ini menggunakan senjata api rakitan tersebut untuk berburu atau menjaga kebun dari binatang liar.

“Kami sampaikan bahwa menggunakan senjata api apapun tanpa izin adalah merupakan perbuatan melawan hukum atau tindak pidana. Tentu ada sanksi pidananya,” ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help