Pilgub Kaltim

Calon Wakil Gubernur Harus Paham Birokrasi dan Tidak Selalu Jalan-jalan ke Luar Kota

Dengan harapan itu, lanjut Kadir, ketika ditanya siapa bakal calon pendampingnya, Kadir menyebutkan calon wakil gubernurnya paham birokrasi.

Calon Wakil Gubernur Harus Paham Birokrasi dan Tidak Selalu Jalan-jalan ke Luar Kota
TRIBUN KALTIM/M ABDUH KUDDU
Rita Widyasari 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Meski bakal calon Gubernur Kaltim Rita Widyasari sudah memberikan sinyal calon pendampingnya (bakal cawagub) figur yang paham birokrasi di lingkungan Pemprov Kaltim, namun tidak menutup peluang dari politisi maupun mantan pejabat kepala daerah.

Harapannya, jika kelak Rita memimpin Kaltim, agenda pembangunan, program kesejahteraan dan lainnya tidak terganggu dengan persoalan birokrasi.

"Harapannya, Kaltim bisa mengalami pertumbuhan pesat dari berbagai sektor, yakni ekonomi, infrastruktur, pertanian, investasi dan kesejahteraan masyarakat. Ini tergantung pemimpinnya. Ibu Rita memiliki harapan itu," kata Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kaltim Abdul Kadir, kepada Tribun, Jumat (10/2/2017).

Dengan harapan itu, lanjut Kadir, ketika ditanya siapa bakal calon pendampingnya, Kadir menyebutkan calon wakil gubernurnya paham birokrasi dan tidak harus selalu jalan-jalan ke luar kota.

"Itu kriteria yang disebutkan Ibu Rita. Silakan media memberikan penilaian, siapa sosok atau figur yang masuk dalam kriteria itu. Tetapi tidak menutup kemungkinan calon-calon lain, seperti mantan kepala daerah, ketua partai dan figur-figur lainnya," tutur Kadir, sebelum melanjutkan Rapat Pimpinan Daerah di Hotel Bumi Segah, Berau.

Hanya saja, ada mekanisme di partai berlambang pohon beringin yang menjadi dasar untuk melakukan penjaringan, yakni penjaringan kandidat yang direkomendasikan ke DPP.

"Misalnya, mekanisme dengan membuka pendaftaran atau konvensi. Itu nanti diputuskan di Rapimda dan diserahkan ke DPP," jelasnya.

Baca: Golkar Resmi Usung Rita Widyasari Jadi Bakal Cagub, Ini yang Diinginkan untuk Pendampingnya

Kadir mengatakan, untuk menjaring figur-figur yang layak diusulkan mendampingi Rita Widyasari, maksimal 10 nama kandidat balon wagub pendamping. Penjaringan, bisa diusulkan melalui DPD II Kabupaten/Kota.

Ditanya, siapa saja kandidat atau figur yang berpeluang mendampingi Rita. Seperti yang disebutkan kriterianya memahami birokrasi dan fokus dalam mengelola birokrasi di pemerintahan.

Hasil penjaringan itu, akan dilakukan survei untuk mengetahui elektabilitas dan respon dari masyarakat Kaltim. "Kalau survei itu pasti. Karena, untuk bisa membantu perolehan suara pada saat pilgub nanti," tegasnya.

Baca: Sayembara. . . Sayembara, Siapa Mau Jadi Pria Pendamping Bupati Cantik Ini?

Setiap kandidat atau figur yang masuk dalam daftar penjaringan dilakukan verifikasi dan track record setiap figur.
Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Golkar Kaltim, Hatta Zainal menambahkan, menunggu hasil Rapat Pimpinan Daerah Khusus (Rapimdasus) penetapan calon gubernur (Cagub) Kaltim periode 2018-2023, disetujui seluruh DPD Kabupaten/Kota se Kaltim dan disampaikan ke DPP Partai Golkar.

"Setelah malam ini ditetapkan Ibu Rita, hasil Rapimda akan disampaikan ke DPP. Termasuk pembentukan tim pilkada," tambah Hatta, mantan anggota DPRD Kaltim periode lalu.

Hasil penetapan Rapimda yang nanti disampaikan ke DPP, akan memberikan jawaban hasil Rapimda Golkar Kaltim. "Makanya, hasil ini menunggu DPP saja," pungkasnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help