TribunKaltim/

BPJS Sudah Bayar Klaim RSUD Hingga Bulan September

Secara otomatis, kata dia, jika memang laporan atau klaim belum diserahkan tentu tidak akan mungkin ada pembayaran.

BPJS Sudah Bayar Klaim RSUD Hingga Bulan September
tribunkaltim.co/niko ruru
Para perawat memberikan pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengaku telah membayarkan klaim phak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan hingga bukan September 2016.

Pelaksana Harian BPJS Kantor Cabang Tarakan, Titus Sri Hardiyanto mengatakan, klaim Agustus 2016 telah dibayarkan pada Oktober 2016. Sedangkan klaim September dibayarkan pada November 2016.

"Klaim Oktober 2016 baru diajukan secara lengkap oleh pihak RSUD Nunukan kepada BPJS Kesehatan pada bulan Januari 2017. Sekarang sudah selesai proses verifikasi oleh verifikator untuk siap dibayarkan pada Februari 2017,” ujarnya.

Titus menjelaskan, klaim November 2016 masih dalam proses entry oleh pihak RSUD Nunukan dan belum diajukan ke BPJS.

Secara otomatis, kata dia, jika memang laporan atau klaim belum diserahkan tentu tidak akan mungkin ada pembayaran.

Menurutnya, proses verifikasi klaim dilakukan jika klaim telah diserahkan secara lengkap, sesuai Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 pasal 38 ayat 1.

‘’BPJS Kesehatan akan membayar paling lambat lima belas hari kerja. Jadi permasalahan keterlambatan jasa pelayanan sepenuhnya tidak berhubungan dengan pembayaran klaim BPJS Kesehatan,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Nunukan dr H Dulman L M Kes Sp OG mengatakan, pihaknya masih kesulitan melakukan verifikasi data menyusul adanya perubahan inasibijis atau hasil diagnose pasien menurut dokter.

Akibatnya, uang jasa pelayanan untuk sekitar 700 karyawan RSUD Nunukan pada 2016 baru dibayarkan hingga Juli.

‘’Memang kendalanya masalah verifikasi itu. Kita nggak bisa sembarangan menentukan berapa yang seharusnya kita bayarkan. BPJS juga belum bayar semua kalau itu belum selesai,’’ ujarnya.

Saat ini sedang diproses pembayaran uang jasa pelayanan bulan Agustus dan September yang totalnya mencapai Rp 1,5 milyar. Sedangkan sisanya akan dilunasi pada Maret 2017.

“Jika tak ada kendala pada verifikasi juga penyesuaian terhadap perubahan inasibijis,” ujarnya.

Menurutnya RSUD Nunukan sangat tergantung kepada pembayaran BPJS karena sebanyak 87 persen pasien RSUD Nunukan adalah pengguna aktif BPJS.

‘’Besaran berapa seharusnya yang dokter terima itu kita berdasar inasibijis. Bagaimana hasil diagnosa dokter. Berapa pasien yang masuk dan lainnya. Jadi tergantung itu. Yang jelas kalau BPJS, perbulan rata-rata membayar ke RSUD sebesar Rp 1,2 milyar,’’ ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help