Motoris Speedboat Serahkan Diri ke Polis Diraja Malaysia

Speedboat dimaksud juga dipastikan tidak terdaftar di Lembaga Pelabuhan Dermaga dan Jabatan Perikanan Malaysia.

Motoris Speedboat Serahkan Diri ke Polis Diraja Malaysia
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Tim SAR Kabupaten Nunukan, Minggu (12/2/2017) mengangkut jenazah balita Nur Ainun, korban kecelakaan speedboat di Perairan Batu Payung Tinagat, Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia, Selasa (7/2/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Ardinsyah bin Abbas Alias Jumat dilaporkan telah menyerahkan diri ke Posko Crisis Center IPD Polis Diraja Malaysia, Tawau.

Konsul pada Konsulat Republik Indonesia Tawau, Krisna Djaelani, mengatakan pemilik kartu identitas Malaysia nomor 930809- 12-5651 itu dipastikan menyerahkan diri setelah sempat dicari aparat terkait di Malaysia.

Ardiansyah bertanggung jawab terhadap kecelakaan speedboat di Perairan Batu Payung Tinagat, Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia, Selasa (7/2/2017) sore.

Saat kecelakaan, speedboat bertolak dari Tawau tujuan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.

Dalam kecelakaan itu Ardiansyah selamat bersama Mansur Umar (25) serta pasangan suami istri asal Indonesia Budiman Bin Muslimin (26) dan Hasmida Bt Masaniaga (24).

Sepuluh korban lainnya ditemukan meninggal dunia masing-masing Azlan Bin Moja (30), Amiruddin Bedurre (57), Nurhafizah (2), Muhammad Nasir bin Salasa alias Aco Labuan (53), Hadra Hadda (40), Muhammad Fais (5), Muhammad Zaki (6), Muhammad Hasraf (9 bulan), Hasnawati (38) dan Nur Ainun (1,6).

(Baca juga: Jasad Balita Terdampar di Pantai, Sudah 14 Korban Tenggelam Ditemukan)

Sebelumnya Krisna menyebutkan Polis Diraja Malaysia mengejar Ardinsyah bin Abbas dan pemilik speedboat Ansar bin Sakka.

“Keduanya diperkirakan kabur ke Kuala Lumpur,” ujarnya, Jumat (10/2/2017).

Pihaknya telah menerima laporan dari petugas keamanan di Malaysia. “Laporan tersebut kami peroleh dari petugas keamanan Malaysia. Kami pegang laporan tersebut," ujarnya.

Dari gambaran yang diberikan Polis Diraja Malaysia, diketahui speedboat yang mengalami kecelakaan memiliki ciri-ciri terbuat dari fiber berwarna biru tua dan putih dengan panjang 21 kaki, lebar 6 kaki.

Speedboat menggunakan mesin Yamaha 200 PK.

“Speedboat telah diubah dari panjang 17 kaki menjadi 21 kaki,” ujarnya.

Speedboat dimaksud juga dipastikan tidak terdaftar di Lembaga Pelabuhan Dermaga dan Jabatan Perikanan Malaysia. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help