TribunKaltim/

Polisi tak Mau Gegabah Tangani Kasus 2 Anggota DPRD Balikpapan yang Berseteru

Perwira melati 2 di pundak tersebut mengungkapkan dalam pemanggilan pejabat yang bersangkutan dilakukan sesuai prosedural dan aturan yang berlaku.

Polisi tak Mau Gegabah Tangani Kasus 2 Anggota DPRD Balikpapan yang Berseteru
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta saat memberikan keterangan pers kepada media ini, Senin (13/2/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Anggota Sat Reskrim Polres Balikpapan masih melakukan penyelidikan kasus dugaan pidana perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan anggota DPRD Balikpapan Andi Walinono terhadap Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh.

Kepada Tribunkaltim.co, Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta mengatakan, polisi berhati-hati dalam melakukan penyelidikan pasalnya pelapor dan terlapor merupakan anggota DPRD aktif.

Perwira melati 2 di pundak tersebut mengungkapkan dalam pemanggilan pejabat yang bersangkutan dilakukan sesuai prosedural dan aturan yang berlaku.

"Karena ini anggota dewan. Pasti ada tata caranya. Kita akan pelajari supaya tidak salah langkah, tolong kasih waktu rekan-rekan Reserse melakukan pemanggilan sesuai prosedural," katanya, Senin (13/2/2017) sekitar 15.30 Wita.

Baca: BREAKING NEWS - Badan Kehormatan DPRD Balikpapan Tegaskan Tidak Ada Insiden Penodongan Pistol

Ia menjelaskan pemanggilan terlapor untuk dimintai keterangan memakan waktu tiga hari sampai satu minggu.

"Aduannya masih baru, kita panggil orang saja butuh waktu tiga hari nanti kalau gak datang lagi kita lakukan panggilan yang ke dua," ujarnya.

Selain melakukan pemanggilan, pihaknya juga mengumpulkan alat bukti seperti rekaman CCTV yang terpasang di ruang Ketua DPRD Balikpapan.

"Nanti kita tindak lanjuti terkait rekaman CCTV di ruang Ketua DPRD Balikpapan," ucapnya.

Saat ditanya terkait izin kepemilikan senjata api (senpi) Abdulloh, ia mengatakan Polres Balikpapan tidak pernah mengeluarkan izin penggunaan senpi.

"Terkait senjata api, kami tidak mengeluarkan izin. Bisa saja izinnya dari Polda atau Mabes. Kita akan periksa apa benar itu senjata api atau bukan," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help