TribunKaltim/

Masyarakat Adat Dukung Petani Tuntut Lahan

Mereka memiliki sejumlah dokumen yang menunjukkan eksistensi di kawasan yang dicaplok perusahaan untuk kegiatan pertambangan.

Masyarakat Adat Dukung Petani Tuntut Lahan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Masyarakat adat seperti Adat Besar Tidung Kalimantan Utara dan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Adat Nusantara Kalimantan Utara mendukung langkah Kelompok Tani Bina Desa Hutan Seruyung, Kecamatan Sebuku menuntut tanggungjawab perusahaan pertambangan emas, PT Sago Prima Pratama terhadap lahan seluas 136 hektare.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan Muhammad Nasir yang menerima perwakilan kelompok tani mengatakan, dukungan itu disampaikan dalam bentuk surat kepada Bupati Nunukan, agar segera menyelesaikan persoalan ini.

Ketua Kelompok Tani Bina Desa Hutan Seruyung, Haji Suardi mengatakan, tuntutan ganti rugi terhadap perusahaan bukanlah tanpa alasan.

Mereka memiliki sejumlah dokumen yang menunjukkan eksistensi di kawasan yang dicaplok perusahaan untuk kegiatan pertambangan.

Baca: Petani Mengaku Lahannya Dicaplok Tambang Emas

Dia menyebutkan Akte Pendirian Perkumpulan Kelompok Tani Bina Hutan Seruyung Nomor : 02, tanggal 3 Januari 2017.

Selain itu ada Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Aasai Manusia RI Nomor AHU-000131.AH.01.07 tahun 2017, tanggal 25 Januari 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Kelompok Tani Bina Desa Hutan Seruyung.

Sebelum keluarnya badan hukum dimaksud, pihaknya telah memperoleh Surat Camat Nunukan Nomor : 521.5/492/EK-1/CN/1992, tanggal 21 Agustus 1992 tentang Pembukaan Lahan Pertanian Bagi Kelompok Tani Bina Desa Hutan Seruyung, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan.

“Ada surat PT Dana Mulia Bhakti (DAMUKTI) Nomor : 08/DMB-NNK/7/1992 tanggal 6 Juli 1992 tentang Pelaksanaan Bina Desa Hutan Seruyung dan surat keterangan Managemen PT Dana Mulia Bhakti tanggal 17 Oktober 2016 tentang penyerahan jalan kepada Kelompok Tani Bina Desa Hutan Seruyung untuk dikuasai, dipelihara dan dimanfaatkan,” ujarnya, Selasa (14/2/2017).

Disebutkannya pula surat kesepakatan peminjaman lokasi tanah milik anggota kelompok tani bernama Burhan dengan Hardana, karyawan Avcet Mining pada tanggal 11 Seftember 2008.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help