TribunKaltim/

Skill Pas-pasan dan Keahlian tak Sesuai, Investor Tidak Bisa Dipaksa Pakai Tenaga Lokal

Namun, banyak tenaga kerja lokal yang tidak bisa diterima karena skill pas-pasan, keahlian ataupun kualifikasi yang dimiliki tidak sesuai.

Skill Pas-pasan dan Keahlian tak Sesuai, Investor Tidak Bisa Dipaksa Pakai Tenaga Lokal
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Gaji masih jauh di bawah UMK, ratusan buruh ngeluruk ke kantor DPRD Bulungan, Jalan Ulin, Tanjung Selor, belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Baru-baru ini, bakal datangnya lebih dari 1.000 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok ke Kabupaten Bulungan, menjadi sorotan dalam acara yang digelar Kanwil Hukum dan HAM Kaltim di Tanjung Selor.

Para TKA ini akan dipekerjakan di proyek PLTA Peso dengan kapasitas 6.080 Mega Watt yang akan dibangun di Desa Long Bia, Kecamatan Peso.

Hal ini menjadi sorotan karena terdapat potensi pelanggaran keimigrasian dan masalah sosial lainnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bulungan, M Zaenal di ruangannya, Jumat (16/2/2017), mengaku belum mendapat laporan perihal rencana kedatangan ribuan TKA asal Tiongkok tersebut.

Baca: Soal Kabar 1.000 TKA Asal Tiongkok Mau Masuk, Disnaker Sebut Belum Ada Laporan

Jika akhirnya seluruh pekerja yang digunakan dalam proyek PLTA tersebut adalah TKA, memang menurutnya cukup disayangkan.

Namun biasanya kata dia, investor asing memang lebih suka mempekerjakan TKA yang sudah memiliki keahlian tertentu.

Berdasarkan pengalaman kata dia, jika membutuhkan tenaga kerja, investor juga akan melakukan penerimaan tenaga kerja secara terbuka.

Namun, banyak tenaga kerja lokal yang tidak bisa diterima karena skill pas-pasan, keahlian ataupun kualifikasi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dan hal-hal seperti ini, menurutnya tidak bisa dipaksakan.

"Kalau skill yang dibutuhkan nggak ada, ya mau bagaimana. Masa mau kita paksakan kalau orangnya di sini nggak ada," ujarnya.

Namun bila ternyata skill yang dibutuhkan ada banyak tersedia dan investor sedikitpun tidak melirik tenaga kerja lokal dengan melakukan penerimaan secara terbuka, Disnaker juga menurutnya tidak akan tinggal diam.

"Kita pasti berupayalah," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help