TribunKaltim/

Tanah Wakaf Jangan Diambil Oknum Tidak Bertanggungjawab

Pentingnya tanah wakaf dimaksud, perlu memberikan pemahaman kepada umat untuk segera memberikan legalitas dengan pengurusan sertifikat.

Tanah Wakaf Jangan Diambil Oknum Tidak Bertanggungjawab
Ditjen Bimas Islam/KEMENAG
Ilustrasi - Wakaf dan tanah hibah 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan HM Shaberah mengingatkan, tanah wakaf merupakan aset umat.

Lantaran menjadi aset umat, tentu tanah tersebut harus dijaga.

“Agar jangan sampai diambil oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengakui tanah wakaf tersebut miliknya atau keluarganya. Padahal dahulu telah diwakafkan,” ujarnya, Jumat (17/2/2017).

Dia mengatakan, di kawasan perkotaan, tanah-tanah wakaf memiliki nilai ekonomis yang begitu tinggi. Sehingga bukan tidak mungkin tanah yang sudah diwakafkan justru dilirik ahli waris pemberi wakaf.

“Yang dulu tanahnya telah diwakafkan, diambil kembali. Dan ini bisa saja terjadi di daerah kita pula,” ujarnya.

Pentingnya tanah wakaf dimaksud, perlu memberikan pemahaman kepada umat untuk segera memberikan legalitas dengan pengurusan sertifikat.

Tanah yang sudah bersertifikat dimaksud tentu secara legalitas telah memiliki kekuatan hukum.

“Sehingga ke depan kita bisa amankan tanah-tanah yang telah diwakafkan,” ujarnya.

Tanah-tanah wakaf dimaksud harus bisa dikelola dan diberdayakan untuk kesejahteraan umat. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help