TribunKaltim/

Parenting

Anak Usia Inilah yang Tidak Boleh Diajarkan Hidup Berkompetisi

"Jangan mencari siapa yang kalah dan siapa si pemenang. Jangan dibuat seperti lomba. Satu sama lain bersaing," ungkapnya pada Sabtu (18/2/2017) siang.

Anak Usia Inilah yang Tidak Boleh Diajarkan Hidup Berkompetisi
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Direktur Yayasan Intis Balikpapan, Satria Iman Pribadi memperlihatkan hasil karya anak didik sekolahannya pada Sabtu (18/2/2017) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pola pengajaran murid usia di bawah umur International Islamic School (Intis) Balikpapan tidak mengajarkan sistem kompetisi perlombaan.

Saat Tribunkaltim.co berbincang dengan Direktur Yayasan Intis Balikpapan, Satria Iman Pribadi, menjelaskan, anak usia yang masih di bawah 10 tahun tidak boleh diajarkan persaingan antara satu anak dengan anak lainnya.

"Jangan mencari siapa yang kalah dan siapa si pemenang. Jangan dibuat seperti lomba. Satu sama lain bersaing," ungkapnya pada Sabtu (18/2/2017) siang.

Menurut Satria, sistem pengajaran usia di bawah umur yang paling tepat diajarkan adalah mengangkat kepercayaan diri anak dan bersatu saling bahu-membahu.

Baca: Jangan Khawatir Anak Sakit karena Kehujanan, Inilah Pentingnya Daya Tahan Tubuh!

Baca: Nilai Ujian Nasional Tinggi Belum Tentu Cerdas, Ini Alasannya

Baca: Hujan Gerimis Puluhan Orangtua Tetap Semangat Ikut Seminar Kecerdasan Majemuk

Kata dia, kalau cari siapa pemenang dan siapa yang kalah, nanti anak yang kalah akan jatuh mental, tidak lagi yakin punya kemampuan dan enggan akan melakukan sesuatu hal yang membuat si anak mengalami kekalahan.

"Kita fokusnya mengajarkan anak bekerja sama dengan yang lainnya. Mengatasi persoalan bersama. Saling bantu membantu. Jangan dilombakan," tegas Satria.

Karena menurutnya, anak yang masih berada usia di bawah 10 tahun belum bisa mencerna pemahaman akan kompetisi kehidupan. Logika persaingan hidup belum terjangkau.

"Kalau sudah usia di atas 10 tahun sudah punya nalar dan menerima bahwa di kehidupan realita memang ada yang harus kalah dan menang," ujar Satria.

Secara kelembagaan, untuk tahun 2017, Intis Kota Balikpapan memiliki anak didik Taman Kanak-kakan sejumlah 120 murid dan Sekolah Dasar sebanyak 148 anak. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help