TribunKaltim/

Jangan Merasa Bersalah Jadi Ibu Bekerja, Baca Ini Dulu. . .

Nah, harusnya tidak boleh ada emosi seperti itu karena menjadi ibu yang baik atau enggak itu enggak tergantung dengan bekerja atau tidak

Jangan Merasa Bersalah Jadi Ibu Bekerja, Baca Ini Dulu. . .
http://sevensistersproject.org
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Tak sedikit ibu bekerja merasa bersalah dan terbebani jika memikirkan antara pertumbuhan anak dan karier.

Bagi Najelaa Shihab, seorang pendidik dan pendiri Keluarga Kita, hal ini terjadi dari tekanan kelompok sehingga ibu bekerja merasa lebih buruk karena tidak memiliki banyak waktu untuk anak-anaknya.

“Nah, harusnya tidak boleh ada emosi seperti itu karena menjadi ibu yang baik atau enggak itu enggak tergantung dengan bekerja atau tidak,” jelas Najelaa dalam diskusi parenting dalam acara mencari amang di Sekolah Dolanan Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, hal tersebut sudah dibuktikan melalui riset bahwa hubungan yang baik dengan anak dan pertumbuhan anak yang optimal itu tidak ditentukan oleh ibu bekerja atau tidak.

Baca: Ibu Rumah Tangga Hidup Lebih Bahagia Dibanding Ibu Bekerja?

“Jadi, kita tetap bisa jadi ibu yang full time, dan memang pada kenyataannya walaupun ibu bekerja juga bisa full time kok. Tidak ada ibu bekerja yang lupa dengan anaknya di rumah,” imbuhnya.

Najelaa menyarankan agar kedua orangtua saling mendukung melalui cara ayah yang terlibat, orangtua yang peduli, dan membantu ibu bekerja untuk menjalankan perannya dengan baik.

Ibu bekerja perlu didukung. Sebab, mereka juga memiliki banyak manfaat untuk masyarakat dan negara.

Selain itu, bermanfaat untuk anaknya karena anak dapat mencontoh sang ibu untuk bisa berkontribusi di luar perannya sebagai ibu. (Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help