Home »

Opini

Opini

Adu Kekuatan Kepala Daerah dan Ketua Partai

Pertarungan Kursi Kaltim satu menjadi seru dengan duduknya Bupati Kutai Kartanegara Ibu Rita Widyasari sebagai Ketua DPD Partai Golkar

Adu Kekuatan Kepala Daerah dan Ketua Partai
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ilustrasi 

Rakhmanto Anugrah Darmawan
Direktur Riset Distrik 13

Menakar bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur merupakan hal yang menarik bagi siapa saja yang gemar dalam utak atik hitungan politis. Petahana yang menjadi variabel yang tak lagi masuk dalam bursa Bakal Calon dikarenakan telah mengabdikan diri selama dua periode (10 tahun) untuk kemajuan Kalimantan Timur.
Pertarungan Kursi Kaltim satu menjadi seru dengan duduknya Bupati Kutai Kartanegara Ibu Rita Widyasari sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur. Dua variabel kuat yang dimiliki oleh Bunda Rita, panggilan akrab pada dirinya. Selain itu juga, Partai Golkar merupakan partai yang cukup besar dan memiliki pendukung loyal di Wilayah Kalimantan Timur, terlihat dalam hal kursi DPRD Provinsi yang dimiliki oleh Partai Golkar sebanyak 12 kursi, disusul dengan PDIP sebanyak 7 kursi dan memiliki simpatisan loyal partai di wilayah Kutai Barat. Partai Gerindra 6 kursi, disusul Partai Demokrat 5 kursi, PKB 5 kursi, Pan 5 kursi, Hanura 5 kursi dan PKS 4 kursi. Disusul dengan Nasdem dan PPP yang sama-sama memiliki 3 kursi.
Variabel Ketua Partai merupakan salah satu variabel yang akan mempengaruhi dalam pertarungan Gubernur Kalimantan Timur. Selain variabel Ketua Partai, variabel Kepala Daerah merupakan variabel yang memiliki korelasi kuat dalam hal memenangkan pertarungan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Tapi ada faktor lain, yang ikut turut dalam variabel Kepala Daerah ini. Tidak mengesampingkan ataupun memandang sebelah mata, namun variabelnya menjadi sedikit lemah. Hal itu adalah, Bupati ataupun Walikota yang jauh dari pusat kekuasaan Kalimantan Timur. Terhitung hanya, Kutai Kartanegara, Samarinda dan Balikpapan yang memiliki kekuatan dalam hal Variabel Kepala Daerah. Penajam Paser Utara, Tana Grogot, Kutai Barat, Bontang, Kutai Timur harus membagi porsinya secara merata dalam hal variabel Kepala Daerah.
Dua variabel awal ini yang akan menjadi isu jualan politik di kalangan masyarakat hingga menjelang Pemilihan Kepala Daerah. Berlomba-lomba dalam hal meningkatkan elektabilitas, melalui media baik sosial, cetak dan baliho-baliho yang akan terpampang di sepanjang jalan kota besar di Kalimantan Timur. Namun, belum mempengaruhi secara signifikan dalam hal aksebtabilitias.
Perlu diingat, ada variabel ketiga yang akan menjadi bola liar dalam hal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. Variabel ketiga ini menjadi penentu keterpilihan dan pelengkap dalam pertarungan ini. Variabel ketiga ini bisa menjadi penarik swing voter dan pendukung variabel Kepala Daerah serta Ketua Partai. Variabel ketiga ini adalah kejelian dari masing-masing tim sukses dalam menempatkan calon wakil Gubernur menjadi pasangan yang tepat bagi pemilik dua variabel kuat seperti yang dijelaskan di atas.
Menarik jika kita melihat siapa sajakah yang akan menduduki dan apakah sebenarnya variabel ketiga dalam pertarungan ini. Apakah merupakan ketua organisasi kemasyarakatan, kepala daerah yang jauh dari pusat kekuasaan, ataukah purna Gubernur atau Wakil Gubernur Kalimantan Timur.
Tahapan Pemilihan Umum Gubernur Kalimantan Timur tidak lama lagi, masing-masing tim sukses harus semakin giat berlatih, mematangkan strategi. Namun, bola itu bundar, bisa menggelinding kemana saja, tertendang kemana saja. Siapa yang paling hebat menggocek bola dan mengirimkan umpan matang, maka akan semakin mudah mencetak gol walaupun melewati hadangan bek tangguh sekalipun. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help