TribunKaltim/

Catat! Maret Nanti, Musisi Jazz Amerika Bakal Tampil di Pasar Barambang Gunung Tabur

Bahkan pada tanggal 5 Maret nanti, bakal ada penampilan Jonathan Svale Fourchestra, musisi jazz asal Amerika.

Catat! Maret Nanti, Musisi Jazz Amerika Bakal Tampil di Pasar Barambang Gunung Tabur
tribunkaltim.co/geafry necolsen
Keramaian di Pasar Berambang, yang dibuka setiap akhir pekan di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Rencananya, 5 Maret nanti, musisi jazz asal Amerika Jonathan Svale Fourchestra akan tampil di sini. 

TANJUNG REDEB, TRIBUN – Pasar Barambang yang dibuka setiap akhir pekan di Kecamatan Gunung Tabur, kini menjadi salah satu objek wisata alternatif selain banyaknya wisata bahari dan wisata alam di Kabupaten Berau.

Pasar tradisional yang hanya dibuka pada malam hari setiap Sabtu dan Minggu ini, kini semakin berkembang sebagai salah satu pusat hiburan.

Setiap malam, selalu ada pentas seni di Pasar Barambang. Bahkan pada tanggal 5 Maret nanti, bakal ada penampilan Jonathan Svale Fourchestra, musisi jazz asal Amerika.

Tidak hanya membawakan jazz, Jonathan juga dijadwalkan akan memberikan couching clinic kepada para musisi lokal yang hadir dalam gelaran ini.

Baca: Kabar Duka, Penyanyi Jazz Dunia Al Jarreau Tutup Usia

Untuk lebih memantapkan acara ini, Dinas Pariwisata Berau menggelar rapat secara khusus.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo Senin (20/2/2017), pukul 16.00 wita tadi, dengan tegas menginstruksikan kepada Dinas Pariwisata untuk menafaatkan kesempatan ini sebagai ajang promosi.

Pasalnya, rombongan Kedutaan Amerika juga bakal hadir.

“Promosi kita masih kurang. Manfaatkan acara ini sebagai ajang promosi,” tegasnya.

Selain itu, kata Agus promosi juga tidak bisa dilakukan sesekali. “Promosi itu tidak bisa dilakukan sehari, harus sesering mungkin,” imbuhnya.

Baca: Putri Kesultanan Gunung Tabur yang Fasih Berbahasa Belanda Itu Tutup Usia

Kehadiran warga negara Amerika ini, kata Agus diharapkan bisa mendongkrak wisata Berau ke pasar dunia.

“Karena target kita jelas, target kita adalah (uang) dolar. Lebih baik saya lihat satu atau dua orang ‘bule’ daripada saya lihat ribuan orang lokal,” tegas Agus seraya menambahkan maksud pernyataannya.

“Yang saya maksud begini, kalau ada orang bule mereka pasti beli tiket pesawat, menginap di hotel, makan di tempat-tempat makan kita, membeli souvenir dan sebagainya.

Ini lebih bermanfaat ketimbang warga lokal yang menginap di rumah sendiri (tidak mendatangkan pemasukan),” paparnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help