TribunKaltim/

Setelah Melahirkan Ibu Sulit Turunkan Berat Badan? Ini Penyebabnya

Sekitar satu atau dua tahun setelah persalinan, kenaikan berat badan seorang wanita rata-rata sama dibanding wanita yang tidak melahirkan

Setelah Melahirkan Ibu Sulit Turunkan Berat Badan? Ini Penyebabnya
sirhealth.com
Ilustrasi. Dianjurkan setelah melahirkan, wanita memperbanyak aktivitas fisik untuk membakar kalori. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah kelahiran si buah hati, tentu banyak ibu yang ingin berat badannya kembali seperti sebelum kehamilan. Sayangnya, keinginan itu sering sulit dicapai.

Menurut penelitian, ternyata peran baru seorang ibu membuat kenaikan berat badan lebih cepat terjadi.

"Sekitar satu atau dua tahun setelah persalinan, kenaikan berat badan seorang wanita rata-rata sama dibanding wanita yang tidak melahirkan," kata Olga Yakushewa, peneliti.

Menurut dia, seorang ibu akan menempatkan kebutuhan anaknya yang utama, sehingga mereka tidak sempat mengurus diri atau berolahraga.

Baca: Rencanakan Kehamilan dengan Baik, Calon Ibu Harus Perbaiki Status Gizi

Yakushewa menganalisis data rumah sakit pada lebih dari 32.000 wanita yang melahirkan satu sampai empat anak di Wisconsin antara tahun 2006-2013.

Dalam penelitian itu, tim peneliti menghitung pola berat badan aktual para responden dan menggunakan model saintifik untuk menghitung berapa pola berat badannya jika mereka tak melahirkan.

Ternyata, rata-rata kenaikan berat badan jika tak melahirkan adalah sekitar 0.8 kilogram tiap tahun dan 1.3 kilogram pada wanita yang sudah melahirkan.

Perubahan gaya hidup setelah menjadi ibu diduga menjadi penyebab kenaikan berat badan yang lebih cepat.

Baca: Aduhai, Foto-foto Terbaru Olla Ramlan Setelah Melahirkan yang Bikin Sirik Banyak Perempuan

Setelah menjadi ibu seorang wanita akan lebih jarang berolahraga dan kurang menjaga pola makannya.

Meski berat badan sulit turun, namun ibu yang masih menyusui tidak disarankan melakukan diet ketat agar asupan nutrisi bayi tak terganggu.

Yang lebih dianjurkan adalah memperbanyak aktivitas fisik untuk membakar kalori. (*)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help