TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Game Storming: Lahirnya Ide Spontan Melalui Permainan

Sangat membosankan apabila dalam satu waktu pembelajaran, seorang fasilitator hanya menggunakan metode ceramah dan diskusi

Game Storming: Lahirnya Ide Spontan Melalui Permainan
TRIBUN KALTIM / AMANDA LIONY
Ilustrasi 

Oleh: Muhamad Harry Rahmadi
Widyaiswara di LAN Republik Indonesia
harrylanri@yahoo.com

Melakukan transfer ilmu kepada orang lain sangat mudah apabila seorang tenaga pengajar atau fasilitator mengetahui pondasi dalam pengajaran. Pondasi-pondasi itu adalah penguasaan materi, metode, alat bantu pembelajaran dan manajemen kelas yang semua itu kuasai dengan baik, karena tidak semua peserta didik atau partisipan pelatihan memiliki karakter yang sama dalam mencapai tujuan pendidikan atau pelatihan.
Interaksi dalam proses pembelajaran mempunyai makna tidak hanya sebatas hubungan pengajar atau fasilitator dengan peserta didik, namun lebih merupakan interaksi edukatif. Proses ini bukan hanya sekedar penyampaian pesan berupa materi pembelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Aktifitas pembelajaran adalah proses penyampaian atau transfer ilmu, pengetahuan dan pengalaman dari pengajar kepada peserta didik.
Permainan dalam Belajar
Pengertian permainan dalam belajar adalah sebuah sistem pembelajaran dengan proses-proses gerak, pikiran dan menggunakan alat dan bahan serta dalam proses pencapaian tujuan, teka-teki menjadi pembeda dalam pemecahan masalah dari fasilitator. Pemecahan masalah dalam proses belajar oleh peserta didik akan memacu imajinasi dan dapat melihat prilaku manusia dalam merespon masalah yang akan dipecahkan dengan menggunakan strategi-strategi yang didapat melalui nalar atau intuisi peserta.
Pengertian Metode Game Storming
Sangat membosankan apabila dalam satu waktu pembelajaran, seorang fasilitator hanya menggunakan metode ceramah dan diskusi dalam menyampaikan materi. Belajar sambil bermain, merupakan sebuah proses pembelajaran dengan metode permainan, namun bukan sekedar permainan, Game Storming merupakan evolusi metode pembelajaran permainan dengan mengedepankan sebuah proses imajinasi peserta didik dalam memecahkan misi sebuah permainan, melalui ide-ide spontan.
Visualisasi perbedaan permainan dengan game storming, terletak pada perubahan aturan yang baku menjadi aturan dengan imajinasi fasilitator, tambahan aturan tersebut untuk menambah imajinasi peserta didik menuju tujuan utama, contoh adalah permainan lempar bola dengan sasaran tembak, apabila bola dilempar dan mengenai sasaran maka permainan akan selesai, berbeda dengan game storming, dengan permainan yang sama namun diberikan beberapa aturan kreatif untuk memenangkan permainan tersebut, contoh lempar bola namun dengan menggunakan mata tertutup dan dipandu oleh rekan dalam komunikasi mengenai sasaran tembak, sehingga peserta didik akan lebih mengimajinasikan cara-cara mencapai tujuan.
Game Storming memberikan tujuan utama yang jelas dan memberikan banyak strategi yang dapat dipecahkan sehingga terlihat proses yang samar, sehingga intuisi peserta akan permainan akan lebih kreatif mencapai tujuan utama. Dengan ketentuan proses yang sama maka, peserta akan tertantang secara ESP (Emotional, Sensory dan Progressive).
Game storming adalah sebuah permainan edukatif dengan ide spontan sebagai capaian hasilnya, berbeda dengan metode pembelajaran sejenis yang juga mengatasnamakan permainan sebagai pondasi utama, sebagai contoh adalah ice breaking atau warming up dalam proses pembelajaran, yang merupakan metodologi pembelajaran lebih mengutamakan permainan dengan penyegaran di dalam pembelajaran.
Contoh Game Storming
Jenis dari game storming memiliki banyak varian, intinya adalah bagaimana peserta diajak menimbulkan ide-ide spontan yang kemudian dapat diolah menjadi sebuah hasil yang dapat di kaji kembali.
Contoh-contoh game storming mencakup kedalam beberapa jenis dalam permainan, yaitu brainstorming, brainwriting dan bodystorming, contoh tersebut dapat dimainkan secara perorangan atau kelompok dalam sebuah pembelajaran, dengan menetapkan tema bahasan terlebih dahulu untuk digali ide dari setiap peserta.
Brainstorming, Brainwriting dan Bodystorming merupakan metode permainan dengan meringkas esensi penggalian ide baru ke dalam satu format. Dengan menggunakan sesi sebagai pembatas waktu penggalian ide, ketiga permainan ini dapat dijadikan pembelajaran penggalian ide pembuka. Kebanyakan jenis game ini dibagi menjadi 3 (tiga) sesi: (1) Obersevasi; (2) Menggabungkan hasil observasi kasar menjadi konsep utama; dan (3) Menyimpulkan serta presentasi hasil.
Praktik Game Storming
Game storming harus melihat waktu dan kondisi peserta pada saat dilaksanakan di pembelajaran. Fasilitator juga harus lebih up-date dalam pemilihan tema-tema yang diangkat sehingga jalan dari penggalian ide secara spontan dapat mengalir menjadi sebuah gagasan.
Dalam melakukan game storming, pertama seorang fasilitator harus lebih fokus dalam menyambungkan game dengan kepada materi yang diajarkan. Rencana dalam membuat step by step dalam game storming, membutuhkan imajinasi yang luas, sisi-sisi game ini menjaga konsistensi dinamika peserta, sehingga ide dan variasi intuisi peserta dapat dieksplorasi.
Kedua, komponen game storming, yaitu komponen rencana tujuan, manajemen waktu (durasi), jumlah partisipan, alat, tata cara permainan, strategi dan makna permainan yang dilakukan, sehingga format permainan ide tertata membentuk komponen tujuan yang akan dicapai.
Manajemen waktu atau yang sering disebut dengan durasi, dari proses pemberian game, fasilitator harus lebih menata dengan ketat, sehingga pada saat penyampaian proses game dapat dicerna dengan baik oleh partisipan, kerena tingkat pemahaman dari setiap peserta berbeda dan manajemen penjelasan harus lebih di kelola dengan baik.
Jumlah partisipan yang akan tergabung dalam game storming, fasilitator dapat menggunakan skala partisipasi peserta, karena nantinya setiap proses permainan semua peserta dapat aktif dan mengeluarkan imajinasinya.
Alat game storming yang akan digunakan adalah hal yang lumrah dalam persiapan dan harus direncanakan dengan baik. Menyiapkan segala bentuk peralatan sebagai alat bantu yang mendukung harus relevan dengan prinsip game storming, dimana game storming bukan permainan seperti Outbound yang membutuhkan peralatan yang kompleks.
Tata cara permainan yang lebih dikenal dengan alur permainan (step by step) dari game storming, harus menggunakan bahasa sederhana dan sedikit narasi, untuk mengantisipasi keraguaan-keraguaan dalam memainkan permainan tersebut. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help