TribunKaltim/

Kadistamben Kaltim: Pembangunan Kilang Minyak Bontang Masuk Tahap Proses Lelang

Sudah masuk proses lelang tahun ini. Kita tunggu saja siapa investor yang siap dan jadi pemenang untuk pembangunan kilang refinery Bontang tersebut

Kadistamben Kaltim: Pembangunan Kilang Minyak Bontang Masuk Tahap Proses Lelang
Istimewa
Peta lokasi rencana pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Proyek pembangunan Kilang Minyak Bontang di Bontang Lestari seluas 469 hektare saat ini sudah memasuki tahapan proses lelang.

Demikian disampaikan Amrullah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Kaltim, saat ditemui Tribun, Senin (27/2/2017) kemarin.

"Sudah masuk proses lelang tahun ini. Kita tunggu saja siapa investor yang siap dan jadi pemenang untuk pembangunan kilang refinery Bontang tersebut," ujarnya.

Infrormasi pihak Pertamina, Amrullah juga menyebut angka produksi minyak jika nantinya kilang minyak akan beroperasi. "Total produksi yang disampaikan Pertamina, produk kilang 60 ribu barel bensin serta 124 ribu solar per hari," kata Amrullah.

Baca: Kilang Minyak Bontang Ditawarkan kepada Raja Salman

Meski angka tersebut cukup tinggi, Amrullah hingga kini masih belum mengagendakan rencana Pemprov Kaltim untuk meminta bagian khusus dengan masuknya Kilang Bontang di wilayah kerja Pertamina tersebut.

"Itu pasti nanti dibicarakan, tetapi nanti. Pasti ada kontribusinya, entah kepada tenaga kerja dan macam-macamnya. Saat ini masih pembahasan terkait kesiapan dan investor pembangunannya," ujarnya.

Terkait pembebasan lahan di kawasan Bontang Lestari, hingga kini permasalahan tersebut sudah diurus tim teknis yang dibentuk Pemprov bersama Pemkot Bontang.

"Sudah ada tim teknis yang mengurus permasalahan lahan. Masalahnya memang pada double kepemilihan sertifikat antara warga dan pihak perusahaan yang ada di wilayah Bontang Lestari," ujar Tri Murti Rahayu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim menambahkan.

Baca: Calon Mitra Proyek GRR Bontang, Pertamina Jaring 95 Perusahaan

Sementara, ditemui terpisah Zairin Zain, Kepala Bappeda Kaltim menerangkan lahan seluas 469 hektare yang telah diplot untuk proyek kilang telah dibagi sesuai peruntukannya.

"Dalam pola tata ruang yang sudah kami bahas dengan Pemkot Bontang, dari 469 hektare yang sudah diplot dalam RTRW Kota Bontang, 60 persennya masuk kawasan industri. Sisanya, kawasan permukiman, hijau, serta mangrove.

Persoalannya, kawasan 60 persen inilah yang sebagian besar diklaim warga," tandasnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help