News Analysis

Syaharie Jaang Harus Segera Gerilya Politik

Apakah dengan menjabat dua periode di Kota Samarinda, menjadi bargaining dengan partai lain. Atau dia punya bargaining lain?

Syaharie Jaang Harus Segera Gerilya Politik
TRIBUNKALTIM.CO/BUDHI HARTONO
Jauchar Barlian 

Jauchar Barlian
Dosen Fakultas ISIP Unmul

SETELAH ditetapkan sebagai calon gubernur Kaltim dari Partai Demokrat, Syaharie Jaang harus mulai bergerilya ke partai-partai lain.

Kemarin, sudah ada komunikasi dengan Partai Nasdem, PKB dan PPP. Dia (Jaang) harus cepat menentukan nilai bargaining (tawaran) yang dia punya.

Apakah dengan menjabat dua periode di Kota Samarinda, menjadi bargaining dengan partai lain. Atau dia punya bargaining lain, seperti dia sebagai putra daerah, itu bisa jadi.

Tinggal mempopulerkan Jaang. Apalagi dia sudah ditetapkan sebagai calon gubernur. Dia harus bergerilya ke luar Samarinda.

Bukan lagi dia milik Samarinda, tapi menjadi milik Kaltim. Apalagi, Jaang punya pemilih tradisional. Sebagai putra daerah, itu menjadi daya tarik.

Baca: Belum Buka Pendaftaran, Partai Nasdem Tunggu Hasil Survei

Baca: Ketua DPP PPP Kaltim Merasa Punya Hubungan Emosional dengan Syahariee Jaang

Baca: Partai Demokrat Tetapkan Jaang Bakal Cagub Kaltim 2018

Ketika Jaang ditetapkan sebagai calon nomor 1 (cagub), mesin politiknya sudah harus bergerak. Untuk Partai Demokrat, sampai saat ini partai yang cukup solid, sebagai sebuah kendaraan politik yang dipakai Syaharie Jaang.

Beberapa partai (Nasdem, PKB dan PPP) sudah ada komunikasi. Untuk melakukan koalisi, itu bisa fleksibel. Sekarang, bagaimana Pak Jaang mempengaruhi partai-partai yang diajak berkoalisi.

Partai-partai menengah, belum bersama (atau berkoalisi dengan partai lain). Jaang bisa saja menggunakan kesempatan itu untuk menggali potensi partai-partai menengah (medioker) itu secara bersama-sama. Lalu menentukan siapa yang menjadi nomor 2 (calon wagub/pendampingnya). Jaang clear jadi calon gubernur.

Hal itu, bisa dijadikan nilai tukar atau bahwa itu bagian dari bargaining (tawaran saat berkoalisi). Bahwa komposisi yang ditawarkan, apakah kemudian, secara bersama-sama ditentukan atau langsung mencari partai yang bisa memenuhi syarat pencalonan dan langsung menentukan paket 1 dan 2.

Saya kira, itu bisa dilakukan pak Jaang untuk (bargaini/tawaran) melakukan komunikasi politik dengan partai-partai yang akan diajak berkoalisi. Jadi sudah saatnya bergerak dan intens komunikasi dengan partai-partai untuk memenuhi syarat pencalonan di Pilgub Kaltim 2018. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help