TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

ON Dulu UN Kemudian

Memilih yang mana?, menargetkan dapat nilai 100 ternyata setelah UN dapat nilai 90 atau menargetkan dapat nilai 70 ternyata benar-benar dapat nilai 70

ON Dulu UN Kemudian
pedagogikritis.wordpress.com
Ilustrasi 

Oleh Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.
(Dosen STIT Muhammadiyah Berau)
yusufjr1953@gmail.com

Bagi kita para guru, PR terbesar adalah menjadikan siswa/i kita memiliki knowledge dan kepribadian yang mantap. Mengapa? Karena dua hal itulah yang menjadi parameter lulusan yang baik. Begitupula orangtua, pasti ingin anaknya memiliki dua hal tersebut.
Sebagai salah satu standar kelulusan, pada tingkat akhir para pelajar akan disuguhkan Ujian Sekolah (US), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) serta ditambah Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di sekolah kejuruan. Bagi yang lulus ujian, akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dan sebaliknya yang tidak lulus akan mengulang.
Ada beberapa cara agar anak/anak didik kita dapat menjalani ujian dengan baik dan lancar, salah satunya dengan memberi motivasi kepada mereka. Salah satu bentuk motivasi yang bisa diberikan adalah motivasi "ON". Apa motivasi "ON" itu?. Yaitu dengan memberikan 4 hal (4-ON) pada anak/anak didik kita.
Pertama, Vision. Ajarkan atau tanamkan pada benak anak/anak didik kita agar memiliki visi atau impian yang tinggi dan riil. Impian tinggi artinya jangan setengah-setengah. Tanamkan pada diri mereka keinginan untuk memiliki impian setinggi mungkin, tak perlu takut untuk memiliki impian karena impian itu "gratis".
Sebagai contoh, menargetkan semua dapat nilai 100 pada UN nanti. Itulah impian nilai UN tertinggi, tak hanya menargetkan nilai standar lulus UN. Memilih yang mana?, menargetkan dapat nilai 100 ternyata setelah UN dapat nilai 90 atau menargetkan dapat nilai 70 ternyata benar-benar dapat nilai 70. Pilih yang mana bapak/ibu?. Apalagi, jika menargetkan dapat nilai 100, ternyata semua nilai mata pelajaran UN benar-benar dapat nilai 100. Alhamdulillah.
Kemudian, visi atau impian yang riil artinya impian yang masuk akal. Sebagai contoh, target dapat nilai 100 pada UN adalah riil. Namun, menargetkan nilai 200 adalah hal yang tidak riil. Sama halnya jika ingin mendapatkan nilai terbaik pada UN tetapi enggan belajar dan malas-malasan atau ingin sukses UN dengan "berkah" dan diridhoi Allah tetapi meminta bantuan dukun atau membuat contekan. Semua itu tidak riil.
Visi atau impian akan membuat jalan kesuksesan pada anak/anak didik kita. Maka, tanamkanlah vision pada diri mereka.
Kedua, Action. Ajarkan kepada anak/anak didik kita agar action (berusaha). Jangan hanya memiliki target tinggi, namun tak ada usaha meraih target tersebut. Tanamkan dan tumbuhkan pada diri mereka untuk berusaha meraih target mereka dengan upaya maksimal. Jika ingin mendapatkan nilai 100, maka harus belajar maksimal sebagaimana belajarnya orang yang ingin mendapatkan nilai 100, bukan belajar seperti belajarnya orang yang hanya ingin mendapatkan nilai 60 atau 70.
Selain itu, tanamkan pada diri mereka sikap optimis, bersungguh-sungguh dan tetap menenangkan diri dalam menghadapi UN.
Ketiga, Passion. Hal yang terpenting dalam melakukan usaha adalah semangat dan keinginan yang besar (passion). Untuk itu, tumbuhkan passion anak dalam belajar. Jika mereka memiliki passion, mereka akan senang, tenang, serius, konsisten, mendorong mereka kreatif dalam belajar dan impian mereka akan terwujud.
Keempat, Collaboration. Tumbuhkan pada diri mereka skill agar bisa berkolaborasi dengan sesuatu atau orang-orang yang ada di dekatnya. Ajarkan mereka untuk "melibatkan" Allah dalam setiap aktifitas mereka dengan senantiasa yakin kepada Allah (bahwa Allah-lah yang menghidupkan manusia dan akan menolong hambaNya yang meminta kepadaNya).
Tanamkan dalam keyakinan mereka bahwa Allah telah menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan ini dengan mudah, apalagi "sekedar" memudahkan urusan-urusan manusia. Maka dari itu, berdoalah kepadaNya, minta agar impian tercapai dan tentunya dibarengi dengan rasa tunduk, ikhlas dan menyerahkan semua urusan kepadaNya.
Ajarkan pula agar mereka mampu bekerjasama dengan guru (dalam hal belajar, mencari ilmu, konsultasi masalah pelajaran dsb), dengan orangtua (dalam meminta doanya, saran-saran dsb) dan dengan teman-temanya (belajar kelompok, mencari referensi, latihan-latihan soal dsb).
Dan hal lain yang tak kalah penting adalah mendidik mereka agar komitmen untuk tidak melakukan kecurangan seperti menyontek, membeli/membuat kunci jawaban dan bekerjasama dengan teman saat ujian.
Semoga motivasi "ON" ini dapat kita berikan dan membantu anak/anak didik kita agar bisa menjalani UN dengan lancar, tenang, lulus dengan hasil yang terbaik dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help