TribunKaltim/

Konsultasi Kesehatan

Pakai Kacamata Bisa Sembuhkan Minus?

Pada pasien minus tinggi, dikhawatirkan saraf matanya cenderung lebih tipis daripada orang normal

Pakai Kacamata Bisa Sembuhkan Minus?
Thinkstockphotos
Ilustrasi mata minus 

Pertanyaan

Selamat malam, saya Ika, ingin bertanya seputar mata, saya orang berkacamata yang sudah memakai kacamata selama kurang lebih 10 tahun dan minus cenderung naik dan sampai sekarang sudah tidak naik lagi. Apakah memakai kacamata bisa menyembuhkan minus saya? Mohon penjelasannya. Terima kasih
Ika (081347541xxx)

Jawaban
Dr. Lilik Sujarwati, Sp.M
Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Pertamina Balikpapan

Terima kasih mbak Ika atas pertanyaan yang diajukan kepada kami.
Kelainan kacamata atau disebut juga kelainan refraksi adalah jatuhnya titik fokus tidak tepat pada makula karena bentuk kelengkungan optis bola mata atau panjang diameter bola mata lebih panjang atau lebih pendek daripada normal.
Sekarang pasien yang berkacamata banyak kita jumpai di sekitar kita, usia anak-anak maupun dewasa, apalagi pada orang tua karena mereka tentu membutuhkan kacamata baca. Semua pasien berkacamata idealnya diperiksakan ukuran kacamatanya rutin 6 bulan sekali ke dokter mata, untuk mengecek apakah ukuran kacamatanya berubah atau tidak sekalian dicek kondisi saraf matanya. Pada pasien minus tinggi, dikhawatirkan saraf matanya cenderung lebih tipis daripada orang normal sehingga rentan terjadi robekan saraf mata sehingga bisa berpotensi terjadinya saraf mata lepas yang mengakibatkan kebutaan. Jadi dianjurkan pasien mengecek ukuran kacamatanya ke dokter mata sekalian mengecek kondisi saraf matanya, tidak cukup mengecek ke optik saja.
Rabun jauh (myopia) biasanya dikenal sebagai mata minus. Penderita rabun jauh ini memiliki keterbatasan untuk melihat jauh pada jarak tertentu, dimana orang lain yang tanpa ada kelainan kacamata dapat melihat jelas pada jarak tersebut.
Kelainan ini disebabkan karena panjang bola mata dari depan ke belakang lebih panjang daripada seharusnya, atau bisa juga karena kelengkungan kornea lebih lengkung ke depan dibandingkan seharusnya sehingga titik fokus jatuh di depan makula.
Penderita kelainan rabun jauh atau pengguna kacamata minus masih memiliki kemungkinan terus bertambah ukuran kacamatanya sampai mencapai stabil pada usia 18-21 tahun. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan bentuk bola mata juga ikut memanjang mengikuti usia pertumbuhan.
Untuk kasus mbak Ika tidak disebutkan ukuran kacamatanya kanan dan kiri berapa minusnya, dan naiknya berapa setiap tahunnya. Dikatakan minus ringan bila ukuran minus di bawah 3, minus sedang ukuran -3.00 sampai di bawah -.6.00 dan dikatakakan minus tinggi bila ukuran minus di atas 6.
Memakai kacamata bukan untuk menyembuhkan minus, tetapi menempatkan fokus matanya di posisinya yang tepat sehingga pasien diharapkan bisa melihat terang dan jelas seperti mata orang normal. Jadi untuk pasien yang berkacamata jauh sebaiknya memakai kacamatanya sepanjang hari, kecuali saat mandi atau tidur.
Sampai saat ini penanganan kelainan kacamata adalah membantu meletakkan fokus tersebut dengan alat bantu, bukan dengan obat.Mengenai vitamin, buah dan sayur tersebut tidak untuk mengurangi atau menghilangkan kelainan kacamata, melainkan berfungsi untuk membantu sel penerima cahaya di saraf mata mengubah energi cahaya menjadi energi listrik yang diteruskan ke otak.
Untuk menghilangkan minus, pasien bisa melakukan operasi mata lasix untuk kedua matanya. Biasanya dianjurkan untuk pasien-pasien yang usianya di atas 18 tahun, dimana diameter korneanya sudah tidak berkembang dan usia produktif. Bila usianya sudah mendekati usia 40 tahun ke atas biasanya disarankan untuk dipasang lensa tanam dengan teknik operasi fekoemulsifikasi. (jnp)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help