Pilgub Kaltim

Awalnya tak Suka Politik, Istri Jaang Mengaku Harus Belajar Masuki Dunia Baru

Ketika Syaharie Jaang membanting setir dari dunia pertambangan batu bara menjadi politisi, Puji Setyowati pun ikut memasuki 'dunia baru'.

Awalnya tak Suka Politik, Istri Jaang Mengaku Harus Belajar Masuki Dunia Baru
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Puji Setyowati, istri Syaharie Jaang yang selalu setia mendampingi suaminya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketika Syaharie Jaang membanting setir dari dunia pertambangan batu bara menjadi politisi, Puji Setyowati pun ikut memasuki 'dunia baru'.

Puji akui tidak suka politik. Tak heran, ketika Jaang mulai menjadi anggota DPRD Samarinda dari PDI Perjuangan, Puji sempat tiga kali membuat surat pengunduran diri suaminya dari DPRD.

"Ketika itu, di surat kabar setiap hari ada berita tentang hal-hal yang tidak lazim untuk saya dan anak-anak. Beruntung suami dan tim PDIP menguatkan hati saya dan memberi garansi. Pada saat yang sama, saya memilih kuliah S2 di Yogya, saya boyong anak-anak tahun 1999-2000. Ternyata setelah itu, suami saya melanjutkan karier politik bersama mantan Walikota Achmad Amins (almarhum)," tutur Puji.

Puji banyak belajar hal dalam mendampingi sang suami sebagai politisi.

Khusus menjelang Pilgub Kaltim 2018-2023, Puji melakukan persiapan salah satunya banyak berdoa seperti yang dilakukan pada waktu-waktu sebelumnya.

Baca: Siap Maju Jadi Balon Gubernur Kaltim, Jaang yang Anak Desa Ini Ingin Bangun Perbatasan

"Saya berdoa begini, jika ini pilihan Allah dan ini untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat kiranya dimudahkan. Namun jika hal ini membuat pecah-belah masyarakat, janganlah dekatkan kami dengan itu. Kami andalkan kekuatan doa dan berpikir positif bahwa janji Allah tidak akan meleset. Jika Allah berkehendak, kun fayakun siapa saja yang diberikan rezeki tidak akan pernah terpukau. Jadi tidak usah merebut rezeki orang lain," ujar Puji.

Biasanya orang menyebut, di balik seorang suami yang hebat terdapat sosok istri yang luar biasa. Bagi Puji, bukanlah demikian.

"Yang benar adalah di balik seorang suami yang hebat terdapat sosok istri yang mampu mengimbangi," tandasnya.

Mengenai kebiasaan Jaang menerima tamu pagi subuh dan hingga tengah malam, menurut Puji, itu merupakan kebiasaan sebagai walikota.

Baca: Jaang Selalu Bawa Pisang Rebus Saat Bepergian

Jaang beranggapan masyarakat datang bertemu walikota karena ada urusan penting. Siapapun tamu akan ditemui oleh walikota.

"Ada yang menyampaikan permasalahan dan meminta solusi, minta arahan atau sekadar walikota mendengarkan keluhan mereka. Bahkan ada warga yang hanya mengantar surat undangan meminta harus bertemu walikota, bukan titip di ajudan," cerita Puji sembari tersenyum. (*)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help