Mengaku Punya Kenalan di Ditjen Pehubungan Laut, Pak Guru Himpun Puluhan Juta dari Muridnya

"Mereka bayar bertahap, tapi sudah lunas semua. Uangnya sudah habis saya pakai buat mengurus sertifikat itu, tapi memang prosesnya belum selesai".

Mengaku Punya Kenalan di Ditjen Pehubungan Laut, Pak Guru Himpun Puluhan Juta dari Muridnya
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Pelaku (duduk) saat dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang, Iptu Heru Santoso, bersama awak media, Rabu (8/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang oknum guru honorer di salah satu SMK Negeri di kawasan Samarinda Seberang, melakukan tindak pidana penipuan kepada mantan muridnya, yang membutuhkan sertifikat pelayaran, sebagai syarat berlayar.

Pelaku atas nama Hendra Mulia (37), warga jalan KH Harun Nafsi, Loa Janan Ilir tersebut, diamankan Satreskrim Polsekta Samarinda Seberang, pada Senin (6/3/2017) malam lalu di kediamannya.

Saat hendak diamankan, istri pelaku sempat menyembunyikan keberadaan pelaku, yang mengatakan suaminya sedang tidak ada di rumah. Namun setelah digeledah, ternyata pelaku berada di rumanya.

Penipuan itu sendiri terjadi saat pelaku menawarkan kepada dua orang mantan muridnya sertifikat pelayaran, yang dapat digunakan untuk keperluan pekerjaan. 

Sertifikat itu juga dikatakannya sebagai syarat dapat berlayar serta syarat menjadi nakhoda kapal.

Dengan iming-iming tersebut, kedua muridnya tergiur untuk mendapatkan sertifikat tersebut. Lalu, pelaku mematok tarif per orangnya senilai Rp 50 juta.

"Ini sertifikat syarat untuk dapat berlayar, harus punya ini dulu baru boleh berlayar dengan kapal-kapal besar. Ngurus sertifikat ini di Ditjen Pehubungan Laut pusat. Saya punya kenalan disana yang dapat mengurus sertifikat itu," ungkap pelaku saat ditemui di Mapolsekta Samarinda Seberang, Rabu (8/3/2017).

Namun, sertifikat yang dijanjikan sejak april tahun 2015 silam, tak kunjung didapatkan oleh korbannya.

Pasalnya, pelaku menjanjikan sertifikat dalam bentuk dokumen maupun online itu rampung tiga bulan setelah korban melunasi uang pembuatan sertifikat.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help