Pilgub Kaltim

Siap Maju Jadi Balon Gubernur Kaltim, Jaang yang Anak Desa Ini Ingin Bangun Perbatasan

Bukan tak mungkin, semangat pembangunan ini didasari Jaang yang merupakan anak desa, lahir di Long Pahangai, Mahakam Ulu, 10 September 1964 silam.

Siap Maju Jadi Balon Gubernur Kaltim, Jaang yang Anak Desa Ini Ingin Bangun Perbatasan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Syaharie Jaang 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Afridho Septian dan Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO,  SAMARINDA - Siapa pun tokoh masyarakat maupun politisi yang ingin maju sebagai bakal calon gubernur, tentu memiliki visi dan misi jauh ke depan.

Jabatan gubernur, dimana pun memiliki wewenang untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik dan maju.

Hal ini berlaku bagi Syaharie Jaang, Walikota Samarinda yang disiapkan oleh Partai Demokrat menjadi bakal calon Gubernur Kaltim 2018-2023.

Secara khusus kepada Tribun Kaltim, Jaang menguraikan visi-misinya jika nanti dipercaya memimpin Kaltim. Ia menekankan pentingnya pembangunan daerah-daerah terpencil.

Bukan tak mungkin, semangat pembangunan ini didasari Jaang yang merupakan anak desa , lahir di Long Pahangai, Mahakam Ulu, 10 September 1964 silam.

"Daerah terluar yang ada di Kaltim ini kan Mahakam Ulu, Kutai Barat. Saya lahir dan besar di sana. Selama ini masalah perbatasan hanya menjadi jualan elite politik di nasional. Semua calon gubernur (cagub) yang dulu berbicara bahwa daerah perbatasan menjadi beranda depan, tapi tidak diperhatikan," kata Jaang.

Jika anak desa dipercayakan menjadi Gubernur Kaltim, tanpa mengesampingkan pembangunan di perkotaan, Jaang siap membangun daerah pedesaan dan perbatasan daerah maju.

Baca: Jaang Selalu Bawa Pisang Rebus Saat Bepergian

"Saya lahirnya di Long Pahangai. Adik kandung ibu saya itu ada di Malaysia sebelum tahun 70-an. Mengapa mereka di Malaysia? Bukan isu politik itu kalau ada orang ulu Mahakam yang tidak mau pulang ke Indonesia. Contohnya ya adik kandung ibu saya," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help