TribunKaltim/

Aksi Jumat Bersih di Gentung Temiang, Dinas PU Gunakan Potongan Kayu Menyodok Lubang

Dengan menggunakan cangkul, sekop dan parang yang dibawa dari rumah masing-masing, mereka mengangkat sisa endapan lumpur di atas jalan aspal.

Aksi Jumat Bersih di Gentung Temiang, Dinas PU Gunakan Potongan Kayu Menyodok Lubang
tribunkaltim.co/sarassani
Kepala DPUTR Paser H Bachtiar Effendy memimpin aksi Jumat Bersih dengan mengangkat endapan lumpur dari atas badan jalan aspal, Jumat (10/3/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Paser menggelar aksi Jumat Bersih di jalan sekitar Komplek Perkantoran Km 5 Gentung Temiang, Jumat (10/3/2017).

Dengan menggunakan cangkul, sekop dan parang yang dibawa dari rumah masing-masing, mereka mengangkat sisa endapan lumpur di atas jalan aspal.

Lahan terbuka tergerus air hujan, larut hingga memenuhi bagian badan jalan terbawah.

Ketika lubang saluran airnya tersumbat, genangan air semakin lama susutnya dan endapan lumpur yang menumpuk pun semakin banyak.

Sebelum diangkat dari aspal oleh alat milik DPUTR, tumpukan endapan lumpur sudah ditumbuhi rumput. Sisa endapan lumpur yang belum terangkat, mereka singkirkan dengan cangkul dan sekop.

Baca: Peringati Hari Pahlawan, TNI dan Mahasiswa Gelar Jumat Bersih

Menurut Kepala DPUTR Paser H Bachtiar Effendi, apabila endapan lumpur itu dibiarkan, maka dapat merusak badan jalan.

Untuk itu, DPUTR menggelar aksi gotong royong untuk membersihkannya dalam rangka Jumat Bersih.

“Kita bawa cangkul, secop dan parang dari rumah untuk membersihkan tumpukan lumpur di jalan ini. Kemarin teman-teman Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan sudah dua kali turun membersihkan rumput di area kantor, makanya kita bawa parang juga untuk membersihkan rumput,” kata Bahctiar.

Untuk memastikan lubang yang terhubung dengan saluran air tidak buntu, mereka menyodokan sepotong kayu ke dalam lubang, sesekali tangan di arahkan ke dalam lumbang guna mengambil lumpur bercampur batu.

“Di dalam ada batunya, makanya tersumbat dan kita sudah buang, semoga curahan air dari atas yang mengalir ke sini tidak menggenang lagi, larut melalui lubang yang tersambung dengan saluran air,” ucapnya menambahkan. (*)
 

Penulis: Sarassani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help