Giliran TNI AL Tangkap Tiga Nelayan asal Malaysia

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono mengatakan, ketiga warga Malaysia itu ditangkap dari dua perahu berbeda

Giliran TNI AL Tangkap Tiga Nelayan asal Malaysia
tribunkaltim.co/niko ruru
Dua nelayan asal Malaysia yang ditangkap di sekitar Perairan Karang Unarang, Ambalat, Kabupaten Nunukan, Kamis (9/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Setelah Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia pada Jumat (3/3/2017) sekitar pukul 17.00 di Perairan Tinagat Batu 3 Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia menangkap enam nelayan asal Indonesia, giliran TNI Angkatan Laut Nunukan menangkap tiga nelayan Malaysia.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono mengatakan, ketiga warga Malaysia itu ditangkap dari dua perahu berbeda pada Kamis (9/3/2017) sekitar pukul 05.00.

Dari perahu berwarna hijau merah diamankan Jipri bin Mangona (24) selaku motoris dan anak buah kapal Abdurachman bin Mangona (70). Keduanya warga Apas, Batu 3, Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

“Diamankan pada koordinat 04°07’534”N – 117°58’590”E,” ujarnya, Jumat (10/3/2017).

Baca: KRI Sultan Hasanuddin Kibarkan Merah Putih di Karang Unarang

Sedangkan dari kapal berwarna putih hijau yang diamankan pada koordinat 04°07’724” N – 117°59’857”E, ditangkap nakhodai kapal Zulfaris bin Saladi (50), warga Jalan Apas Batu 3, Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Dia memastikan, para nelayan yang menggunakan perahu berbahan playwood itu, saat ditangkap TNI Angkatan Laut sedang memancing dengan alat jenis rawai dasar di wilayah teritorial Republik Indonesia antara Suar Karang Unarang, Ambalat kearah pancang merah dan pancang putih Perairan Tanjung Aru, Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Dijelaskannya, penangkapan warga Malaysia ini berawal saat patroli keamanan laut sedang mengantar tim survei teknis PT Votraha Considotama menuju Perairan Karang Unarang.

Saat itulah ditemukan nelayan pada kedua perahu tersebut sedang beraktivitas. Di atas perahu yang memiliki panjang 20 kaki dengan lebar 4 kaki ditemukan muatan berupa ikan arut, gulama dan barakuda.

Baca: Ditangkap Malaysia, Nelayan Sebatik Terancam Didenda Rp 10 Miliar

Saat kapal patroli TNI Angkatan Laut sedang mendekat, nelayan di kedua perahu itu berusaha melarikan diri.

“Namun berhasil ditangkap dan saat ini pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Kepala Pos Satwas SDKP Sebatik untuk proses hukum selanjutnya,’’ ujarnya.

Dia memastikan, para nelayan asal Malaysia itu melanggar aturan keimigrasian dan illegal entry.

“Mereka tanpa dilengkapi surat identitas apapun. Kami dalami, sejauh mana kesalahan mereka? Kami proses, apa betul mereka nelayan tradisional? Karena mereka ternyata memiliki GPS,’’ ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help