TribunKaltim/

Pahami Metode Tiga Detik untuk Jaga Jarak Aman Berkendara

Padahal kalau diperhatikan perkaranya hanya karena tidak bisa saling menjaga jarak serta mengontrol ritme kecepatan kendaraan.

Pahami Metode Tiga Detik untuk Jaga Jarak Aman Berkendara
twitter.com/tmcpoldametro
Tabrakan akibat tidak bisa menjaga jaga jarak aman 

TRIBUNKALTIM.CO - Menjaga jarak aman dalam berkendara sudah menjadi kewajiban bila ingin selamat di jalan raya.

Hal ini berlaku baik untuk sepeda motor atau mobil, dan bukan hanya dalam keadaan macet atau ramai lancar, tapi juga ketika kondisi jalan sedang lenggang.

Bila tidak, konsekuensinya seperti tabrakan beruntun di ruas tol Bintaro arah Pondok Indah, Sabtu (11/3/2017).

Tidak tanggung-tanggung, kejadian tersebut langsung melibatkan lima mobil sekaligus, bahkan parahnya terlihat VW Scirocco sampai tertimpa Nissan X-Trail.

Setelah dikonfirmasi, Kasat Partroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lukman Cahyono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni akibat kelalaian dalam berkendara.

Dikutip dari Kompas.com, kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi mobil Avanza memperlambat laju kendaraannya.

Namun, kendaraan yang berada di belakang tidak bisa menjaga jarak amannya sehingga terjadi tabrakan beruntun.

Meski tidak memakan korban jiwa, namun tetap saja ada kerugian secara materi yang harus ditanggung.

Padahal kalau diperhatikan perkaranya hanya karena tidak bisa saling menjaga jarak serta mengontrol ritme kecepatan kendaraan.

Lalu bagiamana menentukan jarak aman yang ideal dengan kendaraan di depan ? Cukup mudah dengan metode berhitung tiga detik, seperti yang disampaikan Training Director Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help