Kala Harga Cabai Tinggi, DP2KP Berharap Petani Tidak Gegabah, Ini Sarannya

Berdasarkan pengamatannya di Kabupaten Bulungan, naiknya harga cabai disebabkan minimnya produksi lokal.

Kala Harga Cabai Tinggi, DP2KP Berharap Petani Tidak Gegabah, Ini Sarannya
tribunkaltim.co/niko ruru
Cabai diperdagangkan di Pasar Induk Kabupaten Bulungan, belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kerap melambungnya harga cabai belakangan ini, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh petani.

Namun tentunya, kata Tri Joko Santoso, Sekretaris Dinas Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bulungan ketika ditemui di ruangannya, Jumat (10/3/2017), petani diharapkan tidak gegabah dalam mengambil langkah.

Walau harga cabai memang menjanjikan, tapi jika tidak punya strategi yang benar-benar matang, petani juga bisa gigit jari karena hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

Tri memaparkan, sesuai hukum ekonomi, ketika permintaan tetap dan suplai menurun, maka harga dipastikan akan naik.

Baca: KPPU Dalami Dugaan Praktik Kartel Komoditas Cabai

"Kenaikan harga cabai ini juga begitu," sebutnya.

Berdasarkan pengamatannya di Kabupaten Bulungan, naiknya harga cabai disebabkan minimnya produksi lokal. Petani lokal, masih lebih memilih berkonsentrasi menanam padi.

Mau tak mau, kebutuhan cabai harus dipasok dari luar daerah. Konsekuensinya, karena harus ditambah dengan biaya transportasi, mau tak mau lagi, harga cabai juga harus naik.

"Karena petani secara umum ke sawah, dia meninggalkan tanaman cabainya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help