TribunKaltim/

Andalkan Insting Tak Cukup, Perahu Nelayan Lokal Harus Dilengkapi GPS

"Agar nelayan lebih berhati-hati lagi dalam melaut. Tetap fokus mencari ikan di wilayah laut sendiri," ujarnya.

Andalkan Insting Tak Cukup, Perahu Nelayan Lokal Harus Dilengkapi GPS
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Kapal nelayan di daerah pesissir pantai Kampung Baru Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tertangkapnya enam nelayan Indonesia ketika sedang mencari ikan di perairan Batu 3 Tawau Tinagat, Malaysia oleh patroli maritim Tawau belum lama ini, harus jadi perhatian.

Kedepannya diharapkan seluruh nelayan yang biasa mencari ikan di perbatasan Indonesia - Malaysia harus lebih berhati-hati. Khususnya dalam hal mencermati lokasi tempatnya berada.

Hal ini diutarakan Wahyudi, Ketua Forum Bela Negara (FBN) Kaltara Wahyudi kepada di sela-sela pemberian bantuan sembako bagi keluarga nelayan yang tertangkap di Kampung Ketapang, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan sebatik, Minggu (12/3/2017).

"Agar nelayan lebih berhati-hati lagi dalam melaut. Tetap fokus mencari ikan di wilayah laut sendiri," ujarnya.

Tertangkapnya para nelayan ini menurutnya harus menjadi bahan masukan penting bagi instansi terkait kedepannya.

Diharapkan, pemerintah melalui aparat dan dinas terkait bisa lebih intens memberikan sosialisasi kepada nelayan terkait pemahaman geografis batas kewilayahan, dan aturan hukum internasional terkait batas laut.

"Karena keberadaan nelayan perbatasan menjadi penjaga batas laut yang tak memiliki tanda tersebut," ujarnya.

Dan bila perlu, seluruh perahu nelayan dilengkapi dengan alat pendeteksi lokasi atau Global Positioning System (GPS).

Selama ini, mayoritas nelayan masih menentukan batas laut hanya dengan berdasarkan insting dan pengalaman saja.

"Selama ini, mereka secara tradisional memang sudah mengerti lewat penanda alam yang sifatnya mengira-ngira. Tapi dengan GPS, bisa lebih nyata untuk mengetahui posisi aslinya

Terkait bantuan sembako ini sendiri, merupakan hasil donasi dari para anggota FBN dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Bantuan seperti ini menurutnya menjadi penting. Karena selama proses hukum berlangsung, sumber kehidupan keluarga nelayan yang tertangkap juga mau tak mau harus berhenti.

"Bantuan sembako untuk meringankan beban keluarga nelayan yang mata pencahariannya harus terhenti selama proses hukum berlangsung," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help