TribunKaltim/

Berita Pemkab Kutai Timur

Agar Kegiatan Pendidikan Stiper Tak Terhambat, Pengurus Baru YPKT Harus Segera Dibentuk

“Sementara waktu unsur kepengurusan lama dibekukan sambil menunggu hasil pembentukan struktur organisasi yang baru dalam yayasan,” kata Ismunandar.

Agar Kegiatan Pendidikan Stiper Tak Terhambat, Pengurus Baru YPKT Harus Segera Dibentuk
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Bupati Kutim Ismunandar selaku ketua pembina kampus STIPER didampingi Sekkab Kutim Irawan yang juga sebagai dewan pembina YPKT mencari formulasi pembentukan unsur pengurusan baru pasca pengunduran diri beberapa unsur pengurus vital. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Mundurnya beberapa unsur pengurus Yayasan Pendidikan Kutai Timur (YPKT) yang menaungi Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim, tentunya harus disikapi dengan penggantian pengurus baru. Sehingga tidak menghambat program pendidikan yang berjalan di kampus biru tersebut.

Hal ini diungkapkan dalam rapat yayasan Stiper di ruang Arau, kantor Bupati Kutim, Rabu (8/3) lalu.

Bupati Kutim Ismunandar yang memimpin pertemuan langsung menginstruksikan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah untuk melakukan reshuffle pengurus yayasan.  Termasuk  formulasi pembentukan unsur pengurus untuk mengisi kekosongan beberapa jabatan vital di YPKT.

“Sementara waktu unsur kepengurusan lama dibekukan sambil menunggu hasil pembentukan struktur organisasi yang baru dalam yayasan,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar yang juga menjabat Dewan Pembina Stiper berharap (kekosongan) kepengurusan yayasan tidak berkepanjangan. Agar operasional yayasan maupun Stiper tidak terkendala.

Di tempat yang sama, Seskab Irawansyah mengatakan akan segera melakukan rapat koordinasi lanjutan, guna menindaklanjuti instruksi Bupati tersebut. Diharapkan kepengurusan yayasan dapat pulih dan berjalan lancar.

Pembantukan kepengurusan baru ini dilatarbelakangi oleh kurang berjalannya koordinasi  dan komunikasi antara pengurus YPKT lama dengan Senat Stiper Kutim.

Dalam pertemuan ini Ketua Ikatan Alumnus Stiper Kutim Arif Wibisono yang merupakan lulusan angkatan 2003 mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi antara yayasan dengan pihak kampus Stiper.

“Apa yang terjadi saya rasa miskomunikasi dan kurangnya koordinasi antara yayasan dan kampus Stiper. Padahal dalam lingkup program Stiper mengacu pada perundang-undangan yang terkait, terhadap progres pihak yayasan yang tertuang secara jelas,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan keberadaan Stiper, Arif menyarankan semua pihak agar melibatkan seluruh stakeholder. Tidak hanya sektor pertambangan namun juga perkebunan. Sebab menurutnya sangat disayangkan Stiper dibangun dan menghasilkan SDM pertanian, namun kenyataannya kurang diberdayakan oleh perusahaan yang ada di Kutim. Strategi ini juga sangat bermanfaat guna memajukan progres pendidikan di Stiper Kutim sendiri.

Dirinya berharap hasil pertemuan ditindaklanjuti dengan rapat lanjutan. Sementara pembentukan unsur kepengurusan di YPKT dapat segera teratasi dengan kurun waktu dua minggu.(advertorial/hms12)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help