TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Equinox Memicu Suhu Ekstrim?

sempat muncul berita heboh bahwa equinox akan membuat suhu udara di Indonesia naik hingga mencapai 400C

Equinox Memicu Suhu Ekstrim?
Thinkstock
Ilustrasi 

Oleh Ilham Rosihan Fachturoni
(Pengamat Cuaca Stasiun Meteorologi Sepinggan)
dan
Ni Putu Andini Ganiswari2
(Pengamat Cuaca Stasiun Meteorologi Bima)

Bagi sebagian orang, istilah equinox mungkin terbilang asing. Padahal fenomena tersebut merupakan fenomena astronomi yang rutin terjadi 2 kali tiap tahunnya (sekitar tanggal 20 Maret dan 23 September). Equinox adalah fenomena saat matahari melintas dan berada tepat di atas garis khatulistiwa (equator). Indonesia sebagai Negara yang berada pada daerah khatulistiwa tentunya dapat merasakan secara langsung bagaimana dampak dari fenomena ini. Faktanya dalam waktu dekat ini, kita akan mengalami equinox pertama pada tahun 2017 yang jatuh pada 20 Maret nanti.
Bertolak kebelakang pada tahun 2016 lalu, sempat muncul berita heboh bahwa equinox akan membuat suhu udara di Indonesia naik hingga mencapai 400C. Berita tak bertanggungjawab ini muncul melalui pesan berantai di media sosial dan telah ditepis serta diklarifikasi sebagai berita bohong (hoax) oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintahan yang bergelut pada bidang tersebut. Namun pertanyaannya, adakah sebenarnya dampak yang ditimbulkan oleh fenomena equinox?
Jawabannya tentu ada. Namun sebelum kita berbicara mengenai dampak equinox, mari kita tilik terlebih dahulu bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi. Telah kita ketahui bahwa planet Bumi yang kita tinggali, mempunyai kemiringan sumbu rotasi sebesar 23.50. Kemiringan sumbu bumi ini berakibat pada terjadinya gerak semu matahari seiring dengan gerakan bumi mengitari matahari (revolusi). Gerak semu matahari seolah-olah menyebabkan matahari bergeser ke utara dan selatan khatulistiwa. Equinox sendiri akan terjadi saat matahari bergerak menyebrang dari utara ke selatan khatulistiwa maupun sebaliknya. Oleh sebab itu kita mengalaminya 2 kali dalam setahun yakni saat matahari bergerak dari selatan menuju utara dan dari utara menuju ke selatan. Equinox pertama yang akan terjadi sering disebut sebagai spring equinox (equinox musim semi) yang terjadi pada bulan Maret, tepatnya saat terjadi peralihan antara musim dingin ke musim panas di belahan bumi utara sedangkan equinox kedua disebut sebagai autumn equinox (equinox musim gugur) yang terjadi pada bulan September karena berada pada peralihan musim panas ke musim dingin di Belahan Bumi Utara.
Lalu apakah dampaknya bagi Indonesia? Dampak paling dirasakan bagi wilayah tropis (Indonesia) adalah bahwa lamanya waktu siang dan malam akan sama (±12 jam) saat periode waktu equinox terjadi. Saat matahari tidak tepat berada di atas khatulistiwa (tidak dalam masa equinox), wilayah dimana posisi matahari berada akan mengalami durasi siang yang lebih panjang daripada malamnya. Contohnya apabila matahari berada di utara (sekitar bulan Juni), maka wilayah utara khatulistiwa (Amerika, Eropa dll) akan mengalami siang yang lebih panjang daripada waktu malamnya, begitu pula jika matahari berada di selatan. Dampak lain yang unik akan dialami orang yang tinggal tepat di wilayah yang dilalui garis khatulistiwa, dimana pada siang hari matahari akan berada tepat di atas kepala dan bayangan kita akan jatuh tepat dibawah kaki kita. Sebagian orang menyebut hari ini sebagai hari tanpa bayangan, karena sangat sedikitnya bayangan yang terlihat jika kita berdiri pada siang hari.
Mengenai isu kenaikan suhu udara menjadi ekstrim adalah tidak benar. Tak dapat dipungkiri memang, jika pada periode equinox kondisi cuaca sedang cerah maka terik matahari akan lebih terasa karena posisinya yang tepat berada di atas kita. Namun equinox tidak akan menyebabkan kenaikan suhu udara menjadi ekstrem. Di Indonesia sendiri, nilai suhu udara maksimum rata-rata berkisar antara 330-360C (BMKG) yang memang tergolong hangat atau panas, dan kisaran ini adalah nilai normal untuk suhu udara wilayah tropis.
Untuk wilayah Balikpapan sendiri, Stasiun Meteorologi Sepinggan mencatat bahwa dalam 5 tahun terakhir (2012-2016) pada periode spring equinox suhu udara rata-rata harian berkisar antara 250C-300C dengan suhu udara maksimum mencapai 340C. Nilai ini menunjukkan bahwa suhu udara di Balikpapan masih berada dalam keadaan normalnya pada saat equinox terjadi. Tidak terbukti adanya kenaikan suhu ekstrim di Balikpapan akibat equinox.
Lalu adakah hubungan antara equinox dengan fenomena gelombang panas (heatwave) yang terjadi di luar negeri. Jawabannya adalah tidak. Fenomena equinox sangat berbeda dengan gelombang panas. Gelombang panas sendiri adalah kondisi cuaca panas yang ekstrem dengan nilai suhu udara maksimum yang berada di atas rata-rata nilai klimatologisnya dan berlangsung paling singkat selama 3 hari berturut-turut (Biro Meteorologi Australia). Fenomena ini biasa terjadi di daerah lintang tinggi seperti Amerika, Eropa dan Australia pada saat musim panas. Hal ini terjadi karena pada saat musim panas, daerah-daerah tersebut mempunyai waktu siang yang jauh lebih panjang daripada malamnya (panjang waktu siang dapat mencapai 18-21 jam bergantung pada letak geografis masing-masing wilayah). Durasi yang sangat lama ini menyebabkan daerah tersebut mendapat sinar matahari berlebih dan berakibat pada kenaikan suhu secara kontinu hingga mencapai nilai ekstrem. Kondisi ini diperparah oleh daratan luas yang mendominasi wilayah tersebut. Daratan yang memiliki sifat mudah panas akan menambah efek panas dari penyinaran matahari hingga memicu munculnya gelombang panas. Gelombang panas tidak terjadi di Indonesia disebabkan perbedaan letak geografis dan dominasi wilayah Indonesia yang sedikit daratannya, dan equinox tidak memicu fenomena gelombang panas.
Melalui penjelasan di atas, kita telah mengetahui bahwa equinox tidak akan menyebabkan kenaikan suhu hingga mencapai nilai ekstrem. Kemajuan dalam bidang telekomunikasi pada jaman ini justru sering disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita-berita palsu yang dapat meresahkan masyarakat terlebih dengan mengatas namakan instansi pemerintahan. Sebagai masyarakat yang maju, kita harus mulai berfikir cerdas dan kritis dalam menyaring berita-berita semacam itu dengan melakukan crosscheck kebenaran berita berdasarkan sumbernya. Bila teridentifikasi adanya gejala atau fenomena cuaca yang sekiranya dapat mengganggu bahkan mengancam masyarakat, BMKG akan segera merilis informasi tersebut, baik berupa peringatan dini maupun informasi kondisi cuaca aktual.
Informasi resmi mengenai cuaca, iklim, gempa serta peringatan dini kini bisa kita dapatkan dengan mudah dan free melalui smartphone kita dengan men-download aplikasi "Info BMKG" di Playstore maupun Appstore. Informasi yang lebih rinci mengenai daerah setempat dapat dilihat pada website masing-masing Stasiun BMKG terdekat (Meteorologi, Klimatologi serta Geofisika). Untuk wilayah Kalimantan Timur, Khususnya Balikpapan dan sekitarnya informasi cuaca ter-update dapat dilihat melalui website di www.bmkgbalikpapan.id, twitter di @bmkg_balikpapan maupun fanpage facebook di "BMKG Balikpapan". Jangan biarkan berita hoax mengganggu aktivitas kita, keep calm and update your weather information. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help