TribunKaltim/

Berita Pemkab Kutai Timur

Kukuhkan Tim Pora Kutim, Ismunandar: Jangan Sampai Visa Wisata Dipakai Bekerja

Perlu diketahui, Tim Pora terbentuk dengan tugas memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi atau lembaga terkait.

Kukuhkan Tim Pora Kutim, Ismunandar: Jangan Sampai Visa Wisata Dipakai Bekerja
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Bupati Kutim Ismunandar saat mengukuhkan Tim Pora Kabupaten Kutai Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Para ekpatriat (tenaga kerja asing) dan warga negara asing (WNA) yang berada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai saat ini tidak bisa bebas dan seenaknya beraktifitas tanpa pengawasan.

Pasalnya Bupati telah mengukuhkan Tim Pengawasan Orang Asing  (Tim Pora) Kutim, Kamis (9/3/2017).

Tim ini dibentuk khusus untuk melakukan pemantauan terhadap aktifitas warga asing yang berada di lima kecamatan di kabupaten Kutai Timur.

Yakni, di kecamatan Teluk Pandan, Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Sangkulirang. Ketua Tim adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda.

Usai pengukuhan, Bupati Ismunandar meminta agar Tim Pora dapat berkerja sama dan aktif melalukan tugas pengawasan. Khususnya peran para Lurah dan Kepala Desa (Kades) yang merupakan unsur pemerintah paling dekat masyarakat.

“Tim yang terbentuk ini diharapkan dapat membantu pemerintah nasional (pusat) maupun daerah dalam pengawasan orang asing. Pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat adalah kelurahan dan desa, untuk itu diharapkan lebih aktif dalam pengawasan orang asing ini. Mengingat dari data Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi di Kutim, ada  79 orang asing yang kebanyakan dari India. Tersebar di seluruh Kutim, itu belum termasuk turis dan lainnya,” ungkap Ismunandar.

Ia berharap, jangan sampai ada warga asing yang memanfaatkan visa wisata, tetapi sampai di kabupaten Kutai Timur, malah bekerja. Karena di kota lain, hal itu banyak terjadi. Apalagi, mereka yang bekerja dengan sistem libur setiap dua bulan sekali atau tiga bulan sekali dan mendapatkan fasilitas libur untuk pulang ke negaranya.

 “Itu banyak terjadi di kabupaten/kota lainnya. Di Kutai Timur, jangan sampai terjadi. Sehingga perlu pencegahan dengan pengawasan secara intensif. Itulah fungsinya Tim Pora berdiri di kabupaten Kutai Timur,” ungkap Ismunandar.

Perlu diketahui, Tim Pora terbentuk dengan tugas memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi atau lembaga terkait. Serta melaksanakan fungsi utama diantaranya melakukan koordinasi dan pertukaran data, informasi keberadaan orang asing.

Selanjutnya menganalisa dan mengevaluasi data, berikut penyususan rencana operasi gabungan yang bersifat khusus atau insidental. Temasuk rencana operasi mandiri setiap instansi anggota Tim Pora. (advetorial/hms7)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help