Mulai Tahun 2017, Sertifikat Imunisasi Lengkap Jadi Syarat Daftar PAUD dan TK di Kabupaten Bulungan

Kondisi saat ini menurut Imam, persentase yang sudah melaksanakan IDL di Kabupaten Bulungan memang sudah mencapai lebih dari 80 persen.

Mulai Tahun 2017, Sertifikat Imunisasi Lengkap Jadi Syarat Daftar PAUD dan TK di Kabupaten Bulungan
tribunkaltim.co/doan e pardede
Ilustrasi. Murid-murid PAUD di Kota Samarinda dalam sebuah kesempatan, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Mulai tahun 2017 ini, sertifikat sudah melaksanakan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), menjadi salah satu syarat ketika mendaftarkan anak ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di Kabupaten Bulungan.

Regulasi baru ini kata drg Imam Sujono, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan, ketika ditemui di ruangannya, Rabu (15/3/2017) siang, merupakan upaya Dinkes Bulungan untuk menyukseskan program IDL dari Pemerintah Pusat.

"Jadi nanti ada sertifikat (sudah IDL) yang dikeluarkan masing-masing kecamatan," tuturnya.

Dan baru-baru ini kata Imam, Dinkes dan Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan sudah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman perihal syarat masuk PAUD dan SD tersebut.

MoU ini juga sudah atas sepengetahuan Bupati Bulungan, Sudjati.

Baca: Dinkes: 70 Persen Penderita Campak Tak Pernah Dapat Imunisasi

"Kita ada kerja sama untuk menyukseskan program IDL," ujarnya.

Kondisi saat ini menurut Imam, persentase yang sudah melaksanakan IDL di Kabupaten Bulungan memang sudah mencapai lebih dari 80 persen.

Namun bicara penyakit, satu orang pun yang belum melakukan tetap menjadi masalah.

Apalagi seperti diketahui kata dia, jika tidak melaksanakan IDL, maka dimasa dewasanya anak bisa menderita penyakit-penyakit berbahaya seperti campak, difteri, polio dan berbagai penyakit lainnya.

Dan ditegaskannya, pengurusan sertifikat IDL ini tidak dikenakan biaya sepeser pun.

"Karena penyakit-penyakit itu sangat berbahaya, maka kita buat regulasi itu," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help