TribunKaltim/

Tanjung Aru Dilirik, Investasi Tersandung Cagar Alam

Sebelum enclave itu ditetapkan oleh menteri, dana pembangunan baik yang bersumber dari pemerintah maupun swasta tidak bisa masuk ke 16 desa tersebut.

Tanjung Aru Dilirik, Investasi Tersandung Cagar Alam
TRIBUN KALTIM/SARASSANI
Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie saat menandatangani berita acara desa-desa yang di-enclave dari CA Teluk Adang dan CA Teluk Apar. Foto tanggal 19 September 2016. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Paser Toto Ifrianto, Rabu (15/3/2017), mengatakan, Tim Sembilan sudah hampir menyelesaikan tugasnya.

Tinggal menyisakan tanda tangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, setelah itu lahan pertanian dan permukiman warga 16 desa dienclave (dikeluarkan) dari Cagar Alam (CA) Teluk Adang dan CA Teluk Apar.

Sebelum enclave itu ditetapkan oleh menteri, dana pembangunan baik yang bersumber dari pemerintah maupun swasta tidak bisa masuk ke 16 desa tersebut.

“Proses enclave mengemuka kembali dalam rapat bersama investor kemarin. Investor memilih Tanjung Aru, padahal masuk CA,” kata Toto.

Oleh karena itu, lanjut Toto, dalam rapat tersebut ia ungkapkan kembali upaya Tim Sembilan yang diketuai Bupati Paser, sambil berharap pihak investor yang telah melirik Tanjung Aru ikut melakukan pendekatan pada kementerian, sehingga bisa berinvetasi di Tanjung Aru.

Untuk diketahui, keberadaan pemukiman dan lahan pertanian warga 16 desa sudah ada jauh sebelum CA Teluk Adang dan CA Teluk Apar ditetapkan.

Lantaran tidak juga dienclave, warga 16 desa terkesan melanggar kawasan yang dilindungi, desa mereka pun sulit berkembang karena status CA.

Berikut desa-desa yang masuk kawasan CA Teluk Adang dan Teluk Apar:

*Desa-Desa yang masuk CA Teluk Adang

1.   Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali

Halaman
12
Penulis: Sarassani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help