Berita Pemkab Kutai Timur

TP PKK Kutim Turut Sukseskan Gerakan Tanam Cabai

Yakni dengan pemberian bantuan bibit tanaman cabe se Kaltim, termasuk ke TP PKK Kutim, sebanyak 37.500 polibag.

TP PKK Kutim Turut Sukseskan Gerakan Tanam Cabai
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
TP PKK Kutim bersama pengurus dari dari daerah lain usai menerima simbolis bibit cabai. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur mengapresiasi dukungan TP PKK Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap pengembangan tanaman pangan dan hortikultura di daerah-daerah.

Yakni dengan pemberian bantuan bibit tanaman cabe se Kaltim, termasuk ke TP PKK Kutim, sebanyak 37.500 polibag.

Bantuan diserahkan pada acara Gerakan Tanam Cabe” yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura bekerjasama dengan TP PKK Kaltim, di UPTD SPP-SPMA Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Samarinda, Selasa (7/3) kemarin.

Tak hanya Kutim, seluruh TP PKK Kabupaten dan Kota se-Kaltim juga mendapat bantuan. Kamsiah Totok mewakili Ketua TP PKK Kutim Encek UR Firgasih menerima bantuan dimaksud dari Ketua TP PKK Provinsi Kaltim E Amelia Suharni Faroek.

Kamsiah mengatakan meningkatnya harga cabai pada waktu-waktu tertentu terutama menjelang puasa dan hari-hari besar keagamaan menjadi alasan digalakkannya program ini.

“Dengan adanya bantuan bibit cabe ini, nantinya insyaaAllah akan meringankan masyarakat yang membutuhkan konsumsi cabai,”” kata Kamsiah.

Bantuan bibit cabai, kata Kamsiah, akan didistribusikan ke TP PKK yang ada di kecamatan, untuk dibudidayakan, agar tercapai program TP PKK secara umum yakni Gerakan Tanam Cabai. Warga bisa menanam dan mengonsumsi sendiri tanpa harus belanja cabai ke pasar.

Dia menyebut sedikit banyaknya bantuan ini sangat membantu daerah dalam mengelola program pangan. Meningkatkan keanekaragaman tanaman pangan dalam upaya peningkatan gizi keluarga.

Menuju keluarga yang berkualitas dan sesuai dengan program pokja III, yakni menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, berimbang (3B). Makanan yang aman dan berbasis sumberdaya lokal.

"Jadi sewaktu-waktu pasokan cabai terbatas dan harganya naik, warga Kutim tidak perlu bingung karena mereka memiliki bibit cabai di rumah. Tinggal bagaimana warga menjaga dan merawat bibit cabai tersebut,” tambahnya. (advertorial/hms11)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help