TribunKaltim/

Walau Sulit Mengenali karena tanpa Atribut, Vivi Tetap Pilih Gunakan Go-Jek

Ya harus telepon-teleponan terus. Kita juga harus menunggu di lokasi yang mudah diketahui supaya pengendara Go-Jek yang menjemput bisa mudah mendapati

Walau Sulit Mengenali karena tanpa Atribut, Vivi Tetap Pilih Gunakan Go-Jek
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi - Aplikasi taksi online. 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para pengendara Go-Jek di Samarinda memilih tetap beroperasi, meski secara samar. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 10 hari. 

Meski dengan begitu, masyarakat kesulitan mengenali pengendara Go-Jek, namun masyarakat tetap memilih menggunakan moda transportasi online ini.

Salah satunya adalah Vivi. Ibu rumah tangga ini menunggu pengendara Go-Jek untuk menjemputnya di Pasar Segiri, Kota Samarinda.

"Ya harus telepon-teleponan terus. Kita juga harus menunggu di lokasi yang mudah diketahui supaya pengendara Go-Jek yang menjemput bisa mudah mendapati kita," kata Vivi kepada tribunkaltim.co, Rabu (15/3/2017).

Baca: Lagi Viral, Driver Gojek Ganteng Asal Manado yang Bikin Cewek Pengen Dibonceng

Diketahui, 6 Maret lalu, para sopir angkot di Kota Samarinda menggelar unjukrasa menolak beroperasinya Go-Jek. Bahkan, sempat terjadi aksi penganiayaan pengendara Go-Jek oleh oknum sopir angkot.

Praktis, 10 hari belakangan ini tidak lagi terlihat pengendara Go-Jek yang seliweran di jalan-jalan Samarinda.

"Ya kita pilih aman dulu," kata Darno, salah satu pengendara Go-Jek yang menjemput penumpangnya di Jalan AW Sjahranie 4, Samarinda.

Saat menjemput penumpang, Darto sama sekali tak mengenakan atribut Go-Jek yakni jaket dan helm.

Darto juga sengaja membeli helm baru untuk dikenakan penumpangnya. Saat menjemput penumpang, helm baru tersebut disimpan di dalam tas. "Supaya aman saja," kata Darno.  (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help