TribunKaltim/

Pertanyaan Soal Pengurusan Izin Dipimpong Masih Menggantung, Pertemuan Sudah Langsung Diakhiri

Disesi awal, pertanyaan-pertanyaan seputar sulitnya pemasaran, mahalnya harga kemasan, permodalan, disampaikan pelaku UKM.

Pertanyaan Soal Pengurusan Izin Dipimpong Masih Menggantung, Pertemuan Sudah Langsung Diakhiri
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Pertemuan antara rombongan Kementerian KUKM dan pelaku UKM yang digelar kantor PLUT UMKM Kabupaten Bulungan, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kamis (16/3/2017) siang akhirnya diakhiri. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sejumlah uneg-uneg disampaikan para pelaku UKM di Kabupaten Bulungan kepada rombongan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) RI yang menyambangi kantor PLUT-UMKM Kabupaten Bulungan, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kamis (16/3/2017) siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementrian KUKM Ir Halomoan Tamba, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bulungan Ajer Supriyono, Kepala PLUT UMKM Kabupaten Bulungan Irfan dan sejumlah pejabat lainnya.

Disesi awal, pertanyaan-pertanyaan seputar sulitnya pemasaran, mahalnya harga kemasan, permodalan, disampaikan pelaku UKM.

Para narasumber yang ada juga memberikan penjelasan secara gamblang dan solusi-solusi yang bisa diambil pelaku UKM.

Baca: Didatangi Rombongan Kementerian KUKM, Ini Uneg-uneg Pelaku UKM

Disesi selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan pelaku UKM mulai berkembang. Diantaranya, pelaku UKM mempertanyakan sulitnya proses pengurusan izin khususnya terkait masalah kesehatan. Masalah ini setidaknya ditanyakan dua pelaku UMKM.

"Sudah sudah urus tahun kemarin. Saya sudah bayar Rp 100 ribu di Puskesmas. Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Ke Puskesmas bertanya, katanya di Dinkes. Ke Dinkes ditanya mengurus dimana? Dipimpong lagi ke Puskesmas. Jadi seperti itu, sama sekali nggak ada kejelasan," ujarnya Rudi, seorang pelaku UKM.

Sayangnya, karena keterbatasan waktu, pertemuan sudah langsung diakhiri sebelum pertanyaan seputar izin tersebut tuntas dijawab.

Kepala PLUT UMKM Kabupaten Bulungan, Irfan sempat mengatakan bahwa pihaknya bisa memfasilitasi dan mengeluarkan sertifikat seputar kesehatan tersebut.

Hanya saja, anggaran yang tersedia di Disperindagkop sangat terbatas. Jika bersedia, pelatihan bisa kembali digelar dengan anggaran yang berasal dari pelaku UKM itu sendiri.

"Kalau ada 25 orang, masing-masing bayar Rp 100 ribu, bisa kita buat pelatihan. Itu sudah sama sertifikat," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help