TribunKaltim/

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Ini Dugaan Pelanggaran di OTT Koperasi Buruh Pelabuhan

"Tapi di Palaran, per kontainer dipatok biaya Rp 180 ribu untuk yang 20 feet dan Rp 350 ribu untuk kontainer 40 feet," kata Safaruddin.

BREAKING NEWS - Ini Dugaan Pelanggaran di OTT Koperasi Buruh Pelabuhan
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Polisi membawa barang bukti. Diantaranya uang tunai untuk gaji buruh pelabuhan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polda Kaltim di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), bermula dari tingginya biaya bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.

Kepada awak media, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin mengatakan, biaya bongkar muat kontainer di Pelabuhan Surabaya sebesar Rp 10 ribu untuk kontainer ukuran 20 feet.

"Tapi di Palaran, per kontainer dipatok biaya Rp 180 ribu untuk yang 20 feet dan Rp 350 ribu untuk kontainer 40 feet," kata Safaruddin.

Dalam setahun, kata Safaruddin, potensi uang bongkar muat yang diwadahi Komura mencapai ratusan miliar.

"Ini masih kita selidiki. Tapi, hitungan kasar dalam setahun itu ratusan miliar," kata Safaruddin.

Baca: BREAKING NEWS - Uang yang Disita dari Koperasi Buruh Pelabuhan Samarinda Ada 4 Kardus

Baca: BREAKING NEWS - Geledah Kantor Komura, Polisi Bawa Serta Gaji Buruh Pelabuhan

Angka sebesar ini dikeluhkan oleh pengguna jasa TPK Palaran. Padahal, kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Palaran, lanjut Safaruddin, lebih banyak melibatkan mesin.

"Ada pematokan tarif secara sepihak. Lagi pula, kan yang banyak bekerja mesin. Tapi, ada juga masuk item biaya tenaga bongkar muat," ungkapnya.

Safaruddin pun berjanji akan mengembangkan kasus ini.

Sementara ini, ada tiga UU yang bisa dijeratkan dalam kasus tersebut. Ketiganya yakni pemerasan, tindak pidana korupsi dan, tindak pidana pencucian uang.

"Kita akan telusuri kemana larinya uang-uang ini," tutur Safaruddin. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help