TribunKaltim/

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Ketua Komura Ungkapkan Biaya Bongkar Muat Sudah Kesepakatan Bersama

Penangkapan di TPK Palaran itulah, lanjut Gaffar yang dikembangkan hingga akhirnya polisi menyita uang senilai Rp 6,1 miliar dari Kantor Komura.

BREAKING NEWS - Ketua Komura Ungkapkan Biaya Bongkar Muat Sudah Kesepakatan Bersama
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Ketua Komura Jaffar Abdul Gaffar saat ditemui di Kantor DPD Golkar Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), Jaffar Abdul Gaffar mengatakan selama ini tidak ada yang salah dengan mekanisme biaya bongkar muat di Pelabuhan Palaran.

Ditemui di Kantor DPD Golkar Samarinda, Gaffar menyebut tidak tepat jika polisi turut menyita uang dari Bendahara Komura.

"Dari informasi yang saya tahu, yang mulanya ditangkap itu koordinator buruh di TPK Palaran. Dia mengambil uang Rp 5 juta dari pengguna jasa. Tapi, uang Rp 5 juta itu kan panjar. Memang ada kewajiban pengguna jasa menyetorkan panjar 30 persen sebelum bongkar muat," kata Gaffar.

Penangkapan di TPK Palaran itulah, lanjut Gaffar yang dikembangkan hingga akhirnya polisi menyita uang senilai Rp 6,1 miliar dari Kantor Komura.

Baca: Apresiasi Kerja Polisi, Pengamat Minta Polisi Segera Selidiki Siapa Aktor Utama di Koperasi Buruh

Baca: BREAKING NEWS - Uang Komura Disita Rp 6,1 Miliar, Gaffar: Itu Uang Resmi, Bukan Macam-macam

"Padahal yang disita itu uang bayaran buruh sama SHU (sisa hasil usaha)," lanjut Gaffar.

Mengenai biaya bongkar muat yang dinilai polisi terlalu mahal, menurut Gaffar sudah ditetapkan bersama.

Antara Komura dan pengguna jasa yang diketahui Kantor Otoritas Pelabuhan dan Kesyahbandaran (KSOP) Samarinda dan Pelindo.

"Harga itu sudah kesepakatan. Tidak mungkin kita tetapkan sepihak. Kan sudah ada proses tawar menawar harga sebelumnya," ungkap anggota Komisi II DPRD Samarinda ini.

Gaffar pun dengan senang hati menjelaskan persoalan tersebut ke kepolisian.

"Ya saya siap kalau dipanggil. Karena kita belum dikasih kesempatan memberikan penjelasan. Secara resmi, kita juga belum tahu apa masalahnya," tuturnya. 

Sebelumnya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin mengungkapkan, biaya bongkar muat di TPK Palaran 180 persen lebih mahal dibanding biaya yang sama di Pelabuhan Surabaya.

"Jangan disamakan antara di sini dan Surabaya. Banyak bedanya," kata Gaffar tanpa menjelaskan perbedaan yang dimaksud. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help