TribunKaltim/

Dunia Otomotif Memanas, Pria Ini Dituding Dalangi Skandal Renault

Pernyataan tersebut dicantumkan dalam sebuah berkas yang diserahkan November 2016 lalu oleh DGCCRF Anti-Fraud Depatemen Keuangan.

Dunia Otomotif Memanas, Pria Ini Dituding Dalangi Skandal Renault
Nissan Motor Co
CEO Nissan dan Renault, Carlos Ghosn 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengawas penipuan konsumen Perancis menyampaikan kepada Jaksa Penuntut Umum, terkait bos Renault Carlos Ghosn, yang harus bertanggung jawab, terkait adanya potensi kecurangan tes emisi diesel yang dilakukan mereknya, mengutip Reuters, Jumat (17/3/2017) dari sumber peradilan.

Pernyataan tersebut dicantumkan dalam sebuah berkas yang diserahkan November 2016 lalu oleh DGCCRF Anti-Fraud Depatemen Keuangan.

Lembaga tersebut mengumumkan adanya “dugaan pelanggaran” hukum Perancis oleh Renault, dan Jaksa Penuntut melakukan investigasi resmi dua bulan kemudian.

Saham Renault langsung anjlok 3,7 persen, setelah beredar kabar tidak sedap ini, Rabu (15/3/2017).

Menanggapi kabar ini, pihak Renault berulang kali menyangkal, dan membantah melakukan pelanggaran tersebut. Sampai saat ini Ghosn masih belum bisa dihubungi pihak Reuters.

Menyusul terkuaknya kasus yang menimpa Volkswagen, beberapa negara di Eropa mulai melakukan investigasi terkait tes emisi.

Program uji Prancis, yang diawasi oleh komite investigasi, sejauh ini menuntun mereka untuk melakukan tindakan terhadap Renault dan tiga lainnya, PSA Group, Fiat Chrysler dan VW.

Pihak DGCCRF mengatakan, di dalam berita acara pemeriksaan (BAP), disebutkan kalau Carlos Ghosn harus bertanggung jawab terkait pelanggaran ini. Karena tidak ada delegasi kekuasaan yang dibentuk Carlos Ghosn, untuk mengontrol urusan mesin.

Dalam sebuah penyataan yang dikeluarkan pihak Renault, mereka mengatakan kalau mesin yang digunakannya masih sesuai dengan hukum Eropa.

Namun tetap saja, pihak Jaksa Penuntut Umum Perancis, menyuruh Renault untuk bisa menunjukkan pembuktian secara teknis.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help