TribunKaltim/

Dugaan Pungli di TPK Palaran

Jika Terindikasi Hasil TPPU, Polisi Bakal Sita Aset-aset Komura

"Ini baru permulaan. Kita akan terus kembangkan. Siapapun yang terlibat akan kita periksa," katanya.

Jika Terindikasi Hasil TPPU, Polisi Bakal Sita Aset-aset Komura
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menjelaskan kronologi OTT di Koperasi TKBM Komura Samarinda, berikut menampilkan barang bukti uang tunai Rp 6,1 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.Co, SAMARINDA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menegaskan akan menelusuri semua aset yang diduga diperoleh dari hasil keuntungan bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.

Bisa saja, kata Safaruddin, polisi menyita aset-aset yang diperoleh selama tindak pidana terjadi. Terlebih jika mengarah ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kita akan telusuri kemana semua uang itu bermuara. Kita akan sita aset-aset tersebut untuk menerapkan TPPU," tegas Safaruddin.

Apa yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim, Jumat (17/3/2017), menurut Safaruddin baru langkah awal.

(Baca juga: BREAKING NEWS - Ketua Komura Ungkapkan Biaya Bongkar Muat Sudah Kesepakatan Bersama )

"Ini baru permulaan. Kita akan terus kembangkan. Siapapun yang terlibat akan kita periksa," katanya.

Diketahui, Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Kaltim melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.

Polisi menilai biaya bongkar muat yang dikelola Komura di TPK Palaran terlalu tinggi.

Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan karyawan dari Koperasi Pemuda Demokrasi Indonesia Bersatu (PDIB).

Koperasi ini diduga memungut biaya kepada truk yang akan masuk ke TPK Palaran. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help