Berita Pemkab Kutai Timur

Kepengurusan YJI Kutim Segera Dikukuhkan, Diharap Tak Hanya Layani Pasien Anak

Selanjutnya mengenai jadwal pelantikan, Firga meminta disesuaikan dengan jadwal menyesuaikan jadwal Bupati Kutim.

Kepengurusan YJI Kutim Segera Dikukuhkan, Diharap Tak Hanya Layani Pasien Anak
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kutai Timur kembali merancang program kerja peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah, di pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Senin (13/3). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kutai Timur kembali merancang program kerja peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah, di pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Senin (13/3).

Wakil Ketua YJI Kutim, Aisyah HD mengatakan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) kabupaten Kutai Timur, sempat mengalani kendala terkait pendanaan.

Namun memasuki kepemimpinan Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang, didukung Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih, pendanaan YJI dapat berjalan semestinya.

Dalam waktu dekat, kata Aisyah, YJI Kutim akan melaksanakan seminar tentang penyakit jantung yang merupakan penyakit mematikan dan menduduki peringkat atas penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia.

“Kami sangat berharap nantinya dalam perjalanannya, penanganan pelayanan bagi masyarakat tidak hanya pada kalangan anak saja, tapi juga orang dewasa, “ uangkap Aisyah yang juga menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Mengapa? Karena dari pengalamannya belum lama ini, ia pernah menerima dua orang tua penderita jantung dari kalangan kurang mampu.

Karena secara mekanisme YJI hanya melayani anak, maka terpaksa orang tersebut tidak diberikan pelayanan sebagaimana mestinya. Maka dari itu ke depan, YJI diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sebelumnya Ketua YJI Kutim Kutim, Encek UR Firgasih meminta segenap pengurus untuk melakukan berbagai upaya aksi di lapangan. Terutama dalam penanganan teknis medis pada pasien.

Selanjutnya mengenai jadwal pelantikan, Firga meminta disesuaikan dengan jadwal menyesuaikan jadwal Bupati Kutim.

“Paling tidak dapat terlaksana Rabu 29 Maret atau bisa juga Kamis 30 Maret mendatang,” ujar Firga.

Harapannya, lanjut Firga, segenap pengurus YJI Kutim setelah dilantik nantinya dapat langsung bekerja. Memberikan bantuan pelayanan medis kepada masyarakat, mengingat pelayanan BPJS hingga saat ini masih kurang maksimal.

Jadi konsentrasi YJI Kutim ke depan lebih meningkatkan pembiayaan dalam penanganan medis.

Firga yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kutim ini mengaku telah menganggarkan dana Rp 500 juta untuk operasional YJI pada 2016 lalu, dengan fokus utama membantu meringankan biaya penangangan penderita penyakit jantung di daerah ini.

Namun memasuki 2017, mengingat kondisi anggaran defisit maka pendanaan menjadi Rp 300 juta saja. Di luar pendanaan pemerintah, YJI juga mendapatkan dukungan dari stakeholder, dalam hal ini perusahaan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Bankaltim. (advertorial/hms12)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help