TribunKaltim/

Kesehatan Mulut Memprihatinkan, Belum Semua Puskesmas di Kabupaten Ini Punya Dokter Gigi

Namun dari jumlah tersebut, hanya 2,3 persen melakukan sikat gigi dengan benar dan pada waktu yang tepat.

Kesehatan Mulut Memprihatinkan, Belum Semua Puskesmas di Kabupaten Ini Punya Dokter Gigi
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Ratusan murid SD di Kabupaten Bulungan melakukan sikat gigi massal dalam pencanangan Program Program 21 Hari Sikat Gigi Pagi dan Malam yang digelar di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Jumat (17/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan menyambut baik "Program 21 Hari Sikat Gigi Pagi dan Malam" yang digagas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Bulungan.

Hal ini disampaikan Asisten II Setkab Bulungan Hamdani ketika menghadiri pencanangan program tersebut di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Jumat (17/3/2017).

Acara ini sendiri diikuti ratusan murid dari beberapa Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kabupaten Bulungan.

Hamdani memaparkan, saat ini, lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia sudah menyikat gigi dua kali sehari.

Namun dari jumlah tersebut, hanya 2,3 persen melakukan sikat gigi dengan benar dan pada waktu yang tepat.

"Yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Hal ini menjadi penyebab masalah gigi dan mulut masih memperihatinkan," tuturnya.

Kondisi kesehatan gigi dan mulut di Provinsi Kaltara, juga masih memperihatinkan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, indeks karies Provinsi Kaltara sebesar 1,4.

Sesuai data tersebut, jelasnya, rata-rata anak berusia 12 tahun sudah memiliki gigi permanen yang berlubang sebanyak hampir 2 gigi.

Data juga menunjukkan, indeks karier ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

"Sedangkan target yang ditetapkan oleh WHO, indeks karier di bawah 1,0," sebutnya.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan PDGI ini, sebagai upaya membantu program pemerintah, patut diapresiasi.

Menurut teori perilaku, butuh periode yang konstan dan konsisten untuk mengubah prilaku dan kebiasaan.

Diharapkan, waktu 21 hari ini bisa mengubah kebiasaan yang belum benar dan tepat menjadi lebih baik.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help