TribunKaltim/

Smartphone Juga Bisa Ancam Keselamatan Anak

Langkah yang dilakukan adalah membentuk shelter atau halte posko perlindungan perempuan dan anak di tingkat lingkungan Rumah Tangga (RT).

Smartphone Juga Bisa Ancam Keselamatan Anak
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Balikpapan menyatakan kepada seluruh orangtua yang memiliki anak untuk menjaga ketat penggunaan smartphone di kalangan anak-anak demi mengindari aktivitas negatif akses visual asusila.

Saat Tribunkaltim.co bersua dengan Kanit PPA Polres Balikpapan, Iptu Kusti Winarsi, ia menegaskan, meski di Kota Balikpapan belum ditemukan adanya kegiatan jaringan amoral asusila melalui media sosial, para orangtua wajib menjaga ketat kehidupan sehari-hari anaknya.

"Sekarang kita bisa lihat, setiap anak-anak punya perangkat smartphone. Ke mana saja dan di mana saja yang dipegang smartphone. Smartphone bisa berguna bisa juga jadi barang berbahaya. Smartphone bisa juga mengancam keselamatan anak," katanya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (17/3/2017) sore.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah berhasil membongkar pengelola grup Facebook berisi foto dan video pornografi di bawah umur.

Para pelaku tindak asusila pada anak memakai jaringan internet di media sosial dengan admin grup Facebook, 'Loli Candy's Group.'

Jaringan paedofil, Official Loli Candy's Group, memiliki anggota 7.479 orang dan beroperasi lintas negara.

Para tersangka yang ditangkap adalah W (27), DF (17), DS (24), dan SH (16). Mereka membuat grup di Facebook pada September 2016.

Kata Kusti, aksi kejatahan akan selalu berkembang. Sekali dicegah, akan kembali lagi muncul metode kejahatan yang berbeda dan inovatif. Karena itu, peran para orangtua mengawasi anak- anaknya harus jauh lebih efektif.

Mengacu pada data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan, tercatat perjalanan tahun 2013 terdapat 11 kasus kekerasan terhadap anak. Beranjak ke tahun 2014 meningkat 35 kasus, dan lagi melonjak di tahun 2015 sebanyak 88 kasus. Kemudian di tahun 2016 semester pertama terdapat 69 kasus.

Jangan sampai, tambah dia, penggunaan smartphone anak menjadi boomerang, yang membuat celaka anak itu sendiri.

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help