TribunKaltim/

Berita Pemkab Kutai Timur

Tol Laut Bakal Tingkatkan PAD Kutim, Atasi Ketimpangan Harga Barang dan Transportasi

Selain pembahasan mengenai tol laut, pertemuan di Surabaya kali ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar daerah.

Tol Laut Bakal Tingkatkan PAD Kutim, Atasi Ketimpangan Harga Barang dan Transportasi
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Wabup Kutim menghadiri Rapat Koordinasi Ekspansi Gerai Maritim, membahas tentang manfaat tol laut dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi disparitas harga, di Hotel Santika Premire Surabaya 

TRIBUNKALTIM.CO, SURABAYA - Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Kasmidi Bulang menyambut baik program pembangunan jalur tol laut untuk menanggulangi sekaligus meminimalisasi biaya pengiriman, sehingga harga barang menjadi lebih murah. Utamanya untuk menghapus ketimpangan harga jual antara Indonesia wilayah barat dan timur.

"Dengan adanya jalur tol laut yang masuk di Kutim, maka akan sangat menguntungkan. Selain dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD), juga dapat mempermudah dalam pengiriman barang-barang untuk peningkatan perdagangan kita," kata Kasmidi saat mengikuti Rapat Koordinasi Ekspansi Gerai Maritim, membahas tentang manfaat tol laut dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi disparitas harga, di Hotel Santika Premire Surabaya, Selasa (14/3).

Dia menambahkan di era globalisasi nantinya, semua daerah harus siap menghadapi pesaingan ekonomi dan perdagangan dengan negara lain.

Artinya Kabupaten Kutim yang masuk dalam rencana pengembangan jalur tol laut 8 juga harus siap bersaing di sektor ekonomi. Yakni dengan meningkatkan potensi dari sektor perkebunan maupun pertambangan serta lainnya.

“Di kecamatan Rantau Pulung, kita punya komoditi singkong gajah, di Kecamatan Kaliorang ada komoditi pisang. Kita bisa kerja sama dengan pengusaha yang ada di Surabaya dalam hal perdagangan. Dengan adanya pelabuhan Kenyamukan yang masuk dalam jalur Tol Laut 8, maka akan mempermudah pendistribusiannya,” kata Kasmidi.

Pada Rakor ini, Wabup Kasmidi Bulang hadir mewakili Bupati Kutim Ismunandar. Bersama dengan kurang lebih 50 daerah lain di Indonesia, hadir khusus untuk mengikuti rapat garapan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementrian Perdagangan Republik Indonesia ini.

Rakor juga melibatkan para pengusaha yang ada di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Jajaran Pemkab Kutim lainnya yang diajak serta oleh Wabup antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim M Edwar Azran, perwakilan Bagian Ekonomi Ayub, serta perwakilan Dinas Perhubungan, Irawan Wahab.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Moch Ardi P, selaku tuan rumah mengatakan, selain pembahasan mengenai tol laut, pertemuan di Surabaya kali ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar daerah.

“Saling membahas berbagai macam permasalahan yang ada di Kabupaten dan Kota, sebagaimana menata produk daya angkut yang maksimal. Kita saling memberikan informasi tentang apa sih potensi yang ada di daerah-daerah. Tentunya (pertemuan) ini sebagai suatu solusi bagi kita. Untuk biaya angkut kita terhadap kuantitas apa yang kita kirim. Serta bisa menentukan jadwal angkutan kapal sesuai dengan yang diinginkan daerah masing-masing,” ujar Ardi. (advertorial/hms11)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help